Sabtu, 18 Juli 2009

Penampakan di Lawang Sewu

Lawang Sewu, sebuah nama yang sering terdengar di telinga kita. Lawang Sewu adalah sebuah gedung obyek wisata yang cukup terkenal di Semarang. Lawang Sewu artinya seribu pintu. Kenapa bisa diesebut demikian? Jumlah pintu yang ada di gedung tersebut sangat banyak sehingga oleh masyarakat Semarang disebut dengan Lawang Sewu.

Sejarah Lawang Sewu

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945) di gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan SK Wali Kota 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Saat ini bangunan yang berusia 100 tahun tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram.

Perjalananku di Lawang Sewu

Pada hari Kamis malam, tanggal 16 Juli 2009 atau lebih tepatnya malam Jumat, aku menemani pacarku berkumpul dengan teman-teman KKN-nya, reuni di sebuah rumah makan di Semarang. Setelah makan malam, mereka kemudian memutuskan untuk berjalan-jalan di Lawang Sewu. Setelah sampai sana, kita pun memutuskan untuk tur malam di dalam lawang sewu. Tur dimulai pukul 21.00 WIB dan rombongan tur terdiri atas 10 orang dan 2 orang guide yang memandu kami. Guide utama bernama Pak Min dan menurutku dia adalah guide yang bagus karena dia benar-benar menceritakan sejarah dari tiap detil Lawang Sewu.

Banyak cerita mistis tentang Lawang Sewu dan membuat orang-orang takut untuk masuk ke dalamnya pada malam hari. Masih ingat dengan acara uji nyali Harry Panca? Di situ, kita benar-benar melihat penampakan sesosok wanita Belanda yang muncul dengan tiba-tiba di hadapan peserta uji nyali dan hal itu membuat peserta langsung menyerah. Malam itu, aku benar-benar meilhat penampakan yang ada di Lawang Sewu dan tertangkap kamera!

Di dalam Lawang Sewu, suasana angker dan seram begitu terasa dengan tiada pencahayaan yang menyala dan cerita-cerita keangkeran Lawang Sewu. Hanya ada lampu senter dari Pak Min. Sesampainya kita di lantai 2, tepat di tengah-tengah pertemuan sayap utara dan sayap timur, rombongan diminta oleh Pak Min untuk berhenti sejenak, berkumpul menjadi 1 dan diminta untuk tetap tenang karena ada yang aneh. Pak Min melihat sejenak ke lorong di sayap utara dan aku pun juga melihat ke arah yang sama.

Lorong Utara

Sekilas, aku melihat sesosok anak kecil di pojok lorong. Tidak semua anggota rombongan bisa melihatnya. Sosok itu terlihat seperti anak kecil karena ada jauh di ujung lorong. Pak Min kemudian meminjam kamera yang kubawa dan kemudian memotretnya. Sungguh tak terkira, penampakan itu tertangkap kamera! Di gambar itu, ada sosok lain yang tertangkap selain sosok anak kecil, sosok yang tertangkap itu berupa tengkorak yang terlihat samar.

Gambar tersebut adalah gambar zoom dari foto lorong utara. Bisakah Anda melihat gigi, tulang hidung dan 2 bola mata yang ada di dalam lingkaran sebelah kiri? Di sebelah kanan, terdapat sosok anak kecil yang aku lihat. Selang beberapa saat, Pak Min mengajakku untuk mengejar anak kecil yang lari tersebut. Kami berdua mengejarnya dan berhenti di samping kaca besar yang ada di tengah ruangan. Pak Min menyalakan senternya dan kemudian aku terbelalak dengan apa yang ada di depan mataku! Sosok gadis Belanda dengan rambut panjang terurai ke depan! Aku pun langsung memotretnya dan setelah itu aku pun bergabung kembali dengan rombongan.

Bisakah Anda melihat sosok berambut panjang tersebut? Itu adalah sosok wanita Belanda yang bernama Elien atau sebutan Belandanya Nonik Elien. Dia adalah anak dari pemimpin perusahaan kereta api yang berkantor di Lawang Sewu. Elien bunuh diri dengan cara melompat dari kamarnya di lantai 2 karena masalah asmara. Elien jatuh dengan posisi kepala jatuh terlebih dahulu sehingga langsung tewas di tempat.

Bisa kah Anda Melihat Wajahnya?

Sungguh tak kusangka bisa menangkap gambar penampakan di Lawang Sewu, sungguh malam yang tak akan kulupakan. Sangat disayangkan, rombongan saat itu tidak masuk ke penjara bawah tanah karena ada anggota yang tidak bisa pulang terlalu malam. Mungkin next time aku bakal tur ke penjara bawah tanah Lawang Sewu pas malam Jumat, ada yang berminat mau ikut tur bersamaku? :-)

Pesan Bagi yang Ingin ke Sana

Jika nanti ada yang ingin berwisata ke Lawang Sewu, ada 2 saran utama bagiku, yaitu:

1. Tidak meludah sembarangan

2. Tidak sombong dengan menantang para lelembut yang ada

Selamat berwisata malam hari di Lawang Sewu, jangan lupa kunjungi juga penjara bawah tanahnya :-)

Ikhlas

Ikhlas adalah sebuah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sebuah kata sederhana yang menurutku memiliki suatu kekuatan besar, baik itu bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Kekuatan besar? Kekuatan seperti apakah itu sampai bisa kukatakan besar?

Sering sekali kita mendengar nasehat untuk ikhlas dalam melakukan sesuatu, dalam segala hal. Meskipun kita sering mendengarnya, kita juga sering melewatkannya begitu saja. Hal itu bisa diartikan sebagai masuk telinga kanan, keluar telinga kiri alias berlalu begitu saja tanpa ada perhatian. Seandainya saja kita meresapi 1 kata tersebut, kekuatan “besar” itu akan datang dengan sendirinya dan akan menjadikan kehidupan kita lebih bermakna. Kekuatan besar itu adalah kekuatan tersembunyi di dalam diri kita yang akan muncul ketika kita berusaha untuk ikhlas.

Arti kata ikhlas secara sederhana adalah menjalankan sesuatu secara tulus dari dalam lubuk hati kita tanpa mengharapkan adanya balas jasa. Sering sekali kita temui orang-orang yang meminta imbalan ketika orang lain meminta tolong kepadanya. Atau mungkin ada sebagian dari kita yang melihat orang-orang terdekat kita yang menolong orang lain tanpa meminta imbalan tapi melakukannya dengan setengah-setengah? Mungkin hanya sedikit dari kita yang memiliki kekuatan “besar” karena keikhlasannya, tapi bukan tidak mungkin kita tidak bisa memiliki kekuatan itu.

Aku sendiri merasakan bahwa ikhlas merupakan anugerah terindah dari Tuhan karena ketika kita ikhlas dalam melakukan sesuatu, Tuhan akan memberikan banyak kemudahan bagi kita suatu saat nanti. Kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan memberikan kemudahan itu. Ikhlas itu sama dengan menabung. Jika kita menabung uang, suatu saat nanti kita akan mendapatkan banyak uang di masa yang akan datang. Banyak yang bisa kita dapatkan dengan uang, akan tetapi tidak semua bisa kita dapatkan dengan uang. Dan tanpa kita sadari, yang tidak bisa kita beli dengan uang itu justru kita dapatkan ketika kita ikhlas. Jadi jika kita ikhlas dalam melakukan sesuatu, suatu saat nanti kita akan mendapatkan apa yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Pernah ketika itu aku dimintai tolong oleh sebuah grup band beraliran japanese rock untuk mengisi track drum di lagu mereka. Pada saat aku kali pertama bertemu dengan mereka, aku sempat terkejut ketika mengetahui bahwa mereka sama sekali belum pernah punya pengalaman di dunia rekaman, mereka benar-benar mulai dari nol bahkan ada yang baru belajar bermain musik. Pada pertemuan itu juga, mereka memintaku untuk membimbing mereka dan membantu aransemen. Awalnya cukup sulit karena musik mereka belum menyatu tapi aku berusaha untuk menikmati itu semua dan membantu mereka semampuku sampai lagu selesai dimixing. Aku salut dengan mereka. Dalam waktu 1 bulan sejak aku pertama bertemu mereka, mereka telah berhasil menyelesaikan lagu pertama mereka meskipun kami hanya hanya berlatih 3 kali. Mereka memiliki keinginan untuk terus maju dan hal itu terbukti dari hasil rekaman mereka. Mereka yang sebelumnya tidak bisa apa-apa mampu menghasilkan lagu dengan lirik Jepang yang berirama rancak dan ceria. Setelah proses mixing usai, aku melihat keceriaan mereka setelah mereka melalui proses rekaman pertama mereka, aku merasa senang, bahagia, dan bangga dengan mereka. Bagiku, jika aku bisa membuat orang di sekitarku bahagia, aku pun turut bahagia dan kebahagiaan itu tidak bisa kubeli dengan uang. Yang tidak kusangka adalah ternyata keikhlasanku membantu mereka berbuah manis karena sejak peristiwa itu, grup bandku Indrakila memiliki seorang backing vocal yang selalu siap membantu kami rekaman.

Kekuatan

Cerita tersebut di atas adalah suatu kemudahan yang aku dapatkan karena ikhlas membantu mereka. Aku tidak pernah menyangka bahwa keikhlasan itu berbuah manis di masa depan. Aku juga tidak pernah menyangka bahwa aku punya banyak teman di sekitarku. Mereka menyapa dan memanggil namaku ketika mereka melihatku, dan berhubung aku pelupa, aku sering lupa ini namanya siapa ya? Hohoho. Aku bahagia ketika aku menyadari bahwa aku punya banyak teman di sekitarku yang perhatian padaku. Mungkin itu adalah kekuatan yang kuperoleh karena ikhlas dalam membantu orang lain. Kekuatan untuk menjadi bahagia, kekuatan itulah yang akan kita dapatkan jika kita ikhlas.

Bagi kebanyakan orang, berbuat ikhlas tidak lah semudah membalik telapak tangan. Hal itu bisa saja terjadi karena ada perasaan menggampangkan atau pun merasa itu gampang. Ketika aku makan di sebuah warung bakmi, aku menemukan ada banyak kalimat bijak yang ditulis dalam bahasa jawa di balik daftar menunya. Kalimat-kalimat tersebut sengaja dituliskan oleh pemilik warung di setiap daftar menu. Ketika kubaca dan kuresapi setiap kalimat yang ada, kalimat-kalimat tersebut ditujukan kepada kita untuk mengajak dan mengingatkan kita. Mengajak dan mengingatkan dalam hal apa? Salah satu kalimat tersebut berbunyi: Ojo nggampangke utawa rumangsa gampang amarga kuwi asline ora angel (jangan menggampangkan atau merasa gampang karena sebenarnya itu tidak sulit). Kalimat itu mengingatkan kita untuk tidak menggampangkan dalam segala hal, termasuk untuk belajar menjadi ikhlas karena jika bersikap acuh tak acuh dan menggampangkan diri kita untuk berbuat ikhlas, itu bisa menjadi bumerang dengan kita. Coba lah untuk introspeksi, jika kita pernah merasa menggampangkan dalam menolong seseorang, apa yang kita alami setelah itu?

Semua kekuatan itu berasal dari dalam diri kita. Aku yakin, jika kita ikhlas dalam melakukan segala hal, kita pasti memiliki kekuatan untuk menjadikan hidup kita jadi lebih bermakna. Kita tidak akan pernah tahu kapan kebahagiaan ataupun kemudahan itu datang ke kita, jadi menabunglah dari sekarang .

Kamis, 11 Juni 2009

Apa atau Siapa yang Dikeruk??

Akhir-akhir ini aku terlalu banyak kegiatan sampai aku hampir gak sempat buat update blog-ku. Karena itu, aku masih belum bisa berbagi banyak pemikiranku saat ini, jadi untuk saat ini aku ingin berbagi sedikit foto yang aku ambil beberapa saat lalu di sebuah area Kota Lama di Semarang.



Senin, 06 Oktober 2008

Peneguhan Kraton, Fakta Sejarah

Sebagai salah seorang warga negara Indonesia yang dibesarkan di Yogyakarta, aku merasa sedih ketika sejarah dan kebudayaan Jawa tidak lagi diakui oleh Pemerintah Pusat. Hal itu ditandai dengan adanya pernyataan dari pemerintah pusat bahwa Pilkada akan dilaksanakan di Yogyakarta. Dengan adanya Pilkada, banyak sekali pertanyaan yang bermunculan di benak masyarakat. Kenapa Pilkada untuk menentukan siapa gubernur selanjutnya justru dilakukan di Yogyakarta? Bukankah Yogyakarta memperoleh privilege (hak istimewa) dari pemerintah Pusat bahwa sistem pemerintahan daerah Yogyakarta adalah Kerajaan? Apa yang terjadi jika benar-benar dilaksanakan Pilkada di Yogyakarta? Mampukah pemimpin terpilih tersebut memimpin masyarakat Yogyakarta secara spiritual? Lalu, bagaimana dengan kebudayaan Jawa itu sendiri? Masyarakat Yogyakarta tidak hanya membutuhkan pemimpin politik, tapi mereka juga membutuhkan pemimpin budaya dan spiritual. Keberadaan Sultan sebagai Gubernur benar-benar mampu melestarikan, memimpin dan mengarahkan kebudayaan jawa yang ada di dalam masyarakat Yogyakarta sebagaimana mestinya.

Pemilihan Kepala Daerah atau disebut juga dengan pilkada, merupakan suatu bentuk demokrasi untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin di suatu daerah di mana para pemilihnya adalah masyarakat dari daerah setempat. Sistem pemerintahan daerah Yogyakarta adalah sistem kerajaan. Di Yogyakarta, Raja bertindak sebagai gubernur sesuai dengan hak istimewanya yang diperoleh dari Pemerintah Pusat.

Jika sistem kerajaan tidak lagi diakui oleh pemerintah pusat, lalu bagaimana dengan nasib para punggawa Kraton yang kita hormati dan cintai dengan sepenuh hati? Akankah cerita kasultanan Cirebon akan terjadi di Yogyakarta? Jika sampai itu terjadi, bisa dipastikan bahwa kebudayaan Jawa yang menjadi salah satu bagian dari kebudayaan di Indonesia akan hilang dan akan ada suatu keadaan di mana Pemerintah Pusat tidak lagi dipercaya oleh Pemerintah Daerah yang lain karena keiistimewaan Yogyakarta diakui dan didukung oleh seluruh Provinsi di Indonesia.

Keistimewaan DIY
Keistimewaan DIY bukanlah status privillege (hak istimewa)yang dituntut masyarakat DIY secara sepihak. Namun eksistensi keistimewaan DIY merupakan kenyataan sejarah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Itulah pendapat yang disuarakan sejumlah anggota masyarakat yang mengatasnamakan Kawulo Ngayogyakartaa saat menggelar aksi instalasi di depan Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta (29/9).

Sejumlah fakta sejarah meneguhkan kenyataan tersebut. Dokumen yang sudah sangat dikenal luas adalah maklumat 5 September 1945 yang berisi pernyataan bergabungnya Pakualaman & Kasultanan Yogyakarta ke dalam NKRI. Maklumat itu kemudian diperkuat dengan Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII tanggal 30 Oktober 1945.





Amanat HB IX dan PA VIII tersebut termuat dalam SKH Kedaulatan Rakyat edisi 31 Oktober 1945. “Amanat tersebut merupakan pengumuman bersama yang menegaskan kembali bergabungnya Sri Sultan HB IX dan Paku Alam VIII ke dalam NKRI yang dinyatakan keduanya dalam satu dokumen,” tegas Sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakata, PJ Suwarno.

Melalui amanat 30 Oktober 1945 tersebut, terang PJ Suwarno, juga terungkap bahwa Yogyakarta merupakan wilayah yang paling duluan mengakui keberadaan Komite Nasional daerah sebagai lembaga legislatif (sekarang disebut DPRD) dibanding daerah lain. “Yogya mula-mula dikecualikan, tapi Sultan justru mengakuinya lebih dulu,” tandas PJ Suwarno.

Sementara itu sejumlah anggota masyarakast yang mengatasnamakan Kawulo Ngayogyakarta melakukan aksi nya dengan memasang 33 buah gambar manusia berpakaian Jawa dengan ekspresi marah. Jumah gambar tersebut sebagai simbol bahwa keistimewaan DIY juga didukung oleh seluruh propinsi di Indonesia.

“Kami merasa kecewa dan marah lantaran DIY diperlakukan tidak adil oleh pemerintah pusat. Pernyataan Presiden SBY yang menyebutkan bahwa rangkap jabatan hanya ada dalam cerita ketoprak dan pernyataan Jubir Presiden yang mengatakan bahwa Yogyakarta harus berubah dari monarki ke demokrasi menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak mengerti sama sekali sejarah bangsanya sendiri,” ujar koordiator aksi, Agug Bondok Setyawan.

Aksi juga dilakukan dengan pemasangan spanduk bertuliskan ‘Jangan khianati sejarah keistimewaan Yogya’ persis di depan Gedung Agung. Setelah itu dilanjutkan dengan pemukulan kentong titir oleh belasan peserta aksi sebagai tanda bahaya dan keharusan waspada bagi seluruh rakyat DIY.

Menurut salah seorang peserta aksi, Widihasto Putro, pemerintah pusat harusnya memahami hal paling mendasar bahwa keistimewaan DIY yang dipegang teguh masyrakat Yogyakarta bukanlah status privilege yang dituntut masyarakat secara sepihak. “Apabila berbagai masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat tetap tidak diperhatikan maka berarti pemerintah pusat sudah mengkhianati sejarah keistimewaan DIY yang berarti pula mengingkari keabsahan NKRI,” tandasnya.

Ditambahkan, masalah keistimewaan yang salah satunya adalah jabatan gubernur melekat pada Sultan, buan semata-mata persoalan politis, tarik ulur kepentingan kekuasaan. Bagi masyarakat Jawa, Sultan tidak sekedar pemimpin Politis melainkan juga spiritual dan budaya yang mengikat masyarakat Jawa dalam satu entitas budaya. Jika hal itu dihilangkan, maka entitas ini akan tergerus dan lama-kelamaan hilang.

Masa Depan Yogyakarta

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan masyarakat Yogyakarta tetap tenang dan tidak perlu emosi menghadapi Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) Yogyakarta. Sebab hal itu dibuat justru untuk membarikan kepastian masa depan keistimewaan Yogyakarta itu sendiri.

Diakuinya RUUK ynag kini tengah digodo di Komisi II DPR RI sebenarnya untuk memberikan kepastian masa depan keistimewaan Yogyakarta. Untuk itu pemerintah selalu memikirkan apa yang terbaik untuk masyarakat Yogyakarta. Presiden juga percaya pada Sri Sultan Hamengku Buwana X sebagai tokoh reformis akan bertindak dan berpikir arif dan memiliki pandangan yang searah dengan pemerintah.

Akan tetapi, DPRD DIY merasa dikesampingkan oleh Pemerintah terkait dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY dan perpanjangan masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Proses pengambilan keputusan pemerintahan (yang mestinya demokratis) justru tidak mengindahkan aspirasi DPRD yang berarti tidak memperhatikan kehendak rakyat Yogyakarta.

Menurut keterangan salah satu anggota DPRD, Istianah, berapapun masa perpanjangan jabatan gubernur seharusnya tetap memperhatikan aspirasi rakyat. Namun kenyataannya, DPRD justru tidak diajak bicara lebih lanjut mengenai masalah ini termasuk soal rencana perpanjangan jabatan gubernur selama 2 tahun atau paling lama 3 tahun. Jika pemerintah ingin melihat aspirasi dewan, tentunya melihat hasil keputusan dewan, yaitu dengan menetapkan kembali Sultan selama 5 tahun ke depan. Pihak DPRD pun akan memaksakan diri ‘nglurug’ ramai-ramai mendatangi Depdagri untuk meminta kejelasan jika sampai tanggal 6 Oktober Keppres soal perpanjangan masa jabatan gubernur belum dikeluarkan karena mestinya Presiden mengeluarkan Keppres tersebut seblum Lebaran.

Secara terpisah, salah seorang anggota keluarga Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, GBPH Yudhaningrat mengemukakan bahwa sudah lama masyarakat Yogyakarta mengharapkan agar pemerintah memperhatikan kembali kesejarahan DIY di mana dulu terjadi kontrak politik antara pemerintah yakni Soekarno dengan Sultan Hamengku Buwana IX. Akan tetapi, kontrak politik ini ternyata diabaikan oleh pemerintah.

Jika memang benar terjadi, kepada siapa masyarakat Yogyakarta harus mencari arah? Masyarakat Yogyakarta tidak hanya membutuhkan pemimpin politik tetapi juga membutuhkan pemimpin spiritual dan kebudayaan yang telah menyatukan mereka. Bisa dipastikan akan terjadi perpecahan di dalam kebudayaan Jawa dan seluruh bangsa di Indonesia. Keistimewaan Yogyakarta bukan lah karena adanya sistem kerajaan di dalam pemerintahan tetapi karena adanya kerajaan yang mampu menyatukan kebudayaan Jawa dan seluruh bangsa di Tanah Air dan hal itulah yang menjadikan presiden pertama kita, Soekarno, memberikan privilege (hak istimewa). Bersatu lah, Yogyakartaku!

Jumat, 26 September 2008

Lehman Menggoyang Perekonomian Amerika

Lehman Brothers Holdings Inc., bank investasi terbesar ke-4 di Amerika Serikat (AS) mengalami kebangkrutan. Kebangkrutan bank investasi tersebut mampu menyentuh secara menyeluruh sektor keuangan AS. Menteri Keuangan AS, Henry Paulson menyatakan bahwa AS saat ini berada dalam krisis keuangan dan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terlibat dalam penyelesaian kredit bermasalah Lehman (14/9). Apakah Lehman itu? Kenapa kebangkrutan Lehman mampu membuat AS berada dalam krisis keuangan?

Lehman Brothers Holdings Inc.

Nama Lehman mengingatkanku pada nama kiper dari Jerman yang pernah bermain untuk klub favoritku, Arsenal, yaitu Jens Lehmann. Benar, nama Lehman adalah nama orang Jerman. Lehman Brothers adalah sebuah perusahaan yang didirikan oleh 3 orang bersaudara dari Jerman bernama Henry, Emanuel, & Mayer Lehman yang tinggal di AS. Pada tahun 1844, Henry Lehman, seorang imigran dari Jerman membuka sebuah toko kecil di kota Montgomery, Alabama. 6 tahun kemudian, dia bergabung dengan saudaranya, Emanuel & Mayer, dan mereka pun menamakan bisnis keluarga itu dengan nama Lehman Brothers.

Pada tahun 1850, mereka bertiga membentuk sebuah firma. Kemudian pada tahun 1858, Lehman Brothers mulai membuat pondasi awal perusahaan dengan terjun di bisnis katun dan membuka sebuah kantor di New York, kota pusat bisnis di AS. Seiiring dengan waktu, aset dan modal mereka semakin bertambah dan Lehman Brothers pun mulai melebarkan sayap ke berbagai bidang usaha termasuk sektor investasi. Lehman Brothers pun tumbuh menjadi sebuah bank investasi dan bisnis katun pun dialihkan ke anak perusahaannya.

Efek Kebangkrutan Lehman

Sudah lebih dari 150 tahun sejak awal berdirinya dan Lehman mampu menjadi kekuatan besar di dalam ekonomi AS. Sebagai bank investasi ke-4 terbesar di AS, Lehman memiliki peranan penting bagi AS. Akan tetapi, Lehman Brother mengalami kebangkrutan karena dililit oleh kredit macet perumahan senilai 60 miliar dollar AS (!). Akibat kebangkrutan Lehman tersebut, nilai saham yang ditutup di bursa Wall Street, New York melemah akibat adanya keprihatinan baru pasar terhadap keguncangan stabilitas Lehman Brothers yang dikhawatirkan dapat menyentuh secara menyeluruh sektor keuangan AS. Setiap indeks terkemuka di Wall Street anjlok hingga lebih dari 2 persen. Indeks industrial Dow Jones turun hampir 300 poin atau 2,43 persen dan menjadi 11.230,73. Indeks Standard & Poor’s 500 turun 3,41 persen menjadi 1.224,51 dan indeks gabungan Nasdaq turun 2,64 persen menjadi 2.209,81.

Di saat meredupnya prospek Lehman Brothers, sejumlah bank asing dan AS menggalang kekuatan untuk membentuk sistem keuangan global yang ditujukan guna menangkal kemungkinan bangkrutnya bank investasi nomor 4 di AS itu. Perwakilan sejumlah bank itu terlibat perundingan intensif untuk menciptakan dana talangan senilai 50 miliar dollar AS untuk memberikan kredit bagi sejumlah perusahaan keuangan yang bermasalah.

Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral AS (The Fed) berencana mengumumkan kesiapan mereka bersikap lunak dalam menawarkan program kredit darurat bagi bank investasi dan komersial. Rencana ini mengemuka pada saat sejumlah pejabat terkemuka AS dan eksekutif Wall Street terlibat serangkaian perundingan yang tak membuahkan hasil guna menyelamatkan Lehman Brothers dari kebangkrutan. Perundingan tersebut ditujukan untuk menawarkan saham Lehman secara sebagian atau keseluruhan. Perundingan ini menjadi alot setelah peminat saham potensial Lehman bersikeras menginginkan dukungan yang serupa diterima oleh Bear Stearns Cos. Maret lalu saat JP Morgan Chase & Co. membeli saham perusahaan sekuritas itu seharga 29 miliar dollar AS dengan dukungan kredit The Fed.

Investor semula menaruh harapan pada sektor keuangan AS setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan mengambil alih perusahaan kredit rumah terkemuka Fannie Mae and Fannie Mac sebagai upaya menggairahkan pasar kredit rumah yang terlilit masalah. Namun, kekhawatiran kembali timbul setelah saham bank investasi nomor 4 di AS, Lehman, turun hingga separuh nilainya Selasa (09/09) setelah bank tersebut mengalami kesulitan mencari sumber modal dana segar. Ekspektasi terhadap kelanjutan usaha Lehman yang telah berusia 158 tahun pun memudar pada hari Minggu (14/9) setelah Barclays PLC membatalkan rencana membeli saham bank investasi tersebut.

Sementara itu, mantan Ketua Federal Reserve Alan Greenspan, menyatakan akan ada lagi perusahaan-perusahaan finansial yang ambruk menjadi korban krisis keuangan AS. "Hal itu akan terus berlangsung sampai harga rumah di AS kembali stabil, mungkin tahun depan," katanya. Dikatakan Greenspan, Pemerintah AS menghadapi pilihan yang sulit untuk menolong Lehman Brothers tanpa menggunakan uang rakyat. "Mereka (pemerintah) harus membuat sebuah keputusan yang penting, apakah itu melikuidasinya atau mendukungnya. Dan hal itu merupakan keputusan yang sulit," katanya. Akan tetapi, Greenspan tidak memiliki informasi yang cukup teantang apa yang terjadi sehingga ia pun tidak bias memberikan rekomendasi apa yang harus dilakukan oleh Pemerintahan Bush.

Dari Berbagai Sumber.

Selasa, 23 September 2008

Zakat = BLT (Bantuan Langsung Tewas)?

Bulan Ramadhan telah tiba. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. =)

Ramadhan kali ini, terasa berbeda jika dibandingkan dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya. Kenapa? Karena ramadhan kali ini terjadi di saat harga BBM sedang mahal-mahalnya, Rp 6.000,00 per liter. Hal tersebut menjadikan semakin banyak orang-orang yang tidak mampu di Indonesia. Dengan adanya momen bulan Ramadhan dan semakin banyaknya orang tidak mampu di Indonesia, menjadikan bulan Ramadhan kali ini sebagai momen yang tepat untuk beramal dan mencari pahala sebanyak-banyaknya. Semakin banyak amal, semakin banyak pahala yang didapat. Karena itu lah, banyak orang yang beramal tak terkecuali keluarga H. Saikhon di Pasuruan, Jawa Timur.

Setiap tanggal 15 Ramadhan, terhitung sejak tahun 1980, keluarga H. Saikhon selalu memberikan zakat kepada orang-orang tidak mampu yang datang ke rumahnya. Akan tetapi, pembagian zakat kali ini berakhir tragis, 21 orang meninggal saat pembagian zakat! Kebanyakan dari mereka meninggal karena kekurangan oksigen dan berdesak-desakan. Demi Rp 30.000,00, mereka rela antri meskipun nyawa menjadi taruhannya. Jumlah orang yang datang tahun ini sebanyak 5.000 orang, dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah orang tidak mampu semakin bertambah karena kenaikan harga BBM.

Pembagian zakat yang berakhir tragis itu pun hampir sama dengan tewasnya beberapa orang pada saat mengantri BLT alias Bantuan Langsung Tunai. Karena banyaknya korban jiwa pada saat pengambilan BLT, aku menyebut BLT dengan “Bantuan Langsung Tewas”. Aku sering miris dengan kondisi tersebut. Orang miskin buat makan saja susah, belum lagi mereka harus mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan sejumlah uang guna menyambung hidup.

Pembagian zakat yang dilakukan oleh H. Saikhon benar-benar di luar perkiraan. Pada saat pembagian zakat tersebut, sekitar 5.000 orang datang dan semuanya berkumpul menjadi satu, sehingga sudah dapat dipastikan bahwa desak-desakan pun tak terhindarkan. Meskipun banyak aparat kepolisian yang dikerahkan, jumlah tersebut tidak dapat mengatur jumlah orang yang datang karena tanpa diduga jumlah orang yang datang meningkat dua kali lipat dari tahun kemarin. Alhasil, desak-desakan yang parah terjadi dan suplai oksigen pun berkurang sehingga korban jatuh pun tak dapat dihindari lagi. Meski pun demikian, penyebab jatuhnya korban bukan lah murni kesalahan dari pihak panitia. Kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk antri juga berpartisipasi menyumbangkan korban jiwa. Kebanyakan masyarakat kelas bawah kurang memiliki kesadaran untuk disiplin. Penyebab mengapa masyarakat kelas bawah kurang memiliki kesadaran untuk disiplin adalah rendahnya tingkat kecerdasan yang dimiliki. Kemiskinan merupakan penyebab utama dari rendahnya tingkat kecerdasan mereka karena

  1. Kemiskinan menyebabkan mereka tidak mampu untuk membeli makanan dengan asupan gizi yang baik sehingga berakibat pada buruknya perkembangan sel-sel tubuh terutama sel otak.
  2. Kemiskinan menyulitkan mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak sehingga tingkat kecerdasan mereka di bawah standar.
Dengan jatuhnya korban jiwa, pihak keluarga H. Saikhon pun diperiksa oleh pihak kepolisian dan anak pertamanya yang bertugas sebagai ketua panitia dijadikan tersangka. Pihak kepolisian daerah Jawa Timur pun turun tangan untuk melakukan olah TKP. Meskipun pembagian zakat tahun ini telah memakan korban jiwa, tahun depan acara pembagian zakat tetap akan dilakukan bahkan mungkin lebih besar lagi karena hal tersebut telah menjadi tradisi bagi keluarga H. Saikhon. Semoga untuk ke depannya mereka bisa berkaca dari pengalaman yang telah terjadi supaya lebih baik lagi ke depannya & kejadian seperti kemarin jangan sampai terulang lagi.

Inul Daratista dan Zakat

Pada saat kejadian itu, Inul daratista tengah ada di tempat kelahirannya di Pasuruan untuk membagikan zakat. Ratu goyang ngebor itu merasakan kepedihan yang mendalam setelah mengetahui peristiwa yang terjadi. Yang disesalkan oleh Inul adalah mengapa pembagian zakat bisa sampai jatuh korban jiwa? Inul menilai bahwa cara H. Saikhon untuk membagikan zakat adalah salah. Jika memang ingin beramal, kenapa sampai harus sampai promo melalui radio-radio? Menurut para tetangga, H. Saikhon terkenal sombong & pelit. Jadi bisa saja promo melalui radio dilakukan supaya nama keluarga mereka terangkat karena pada dasarnya mereka adalah orang yang sombong & pelit.

Inul pun mengatakan bahwa jika semestinya memang ingin beramal, tidak usah sampai promo besar-besaran dan biar kan nama kita tidak diketahui oleh orang lain. Inul juga menyarankan, jika ingin beramal lebih baik disalurkan kepada yayasan yang lebih kompeten atau disalurkan kepada panti-panti yang membutuhkan.

Zakat merupakan salah satu amal yang dianjurkan di dalam agama Islam. Untuk itu lah, banyak kaum muslim yang melakukan zakat di bulan ramadhan karena semua amal ibadah di bulan Ramadhan akan dilipat gandakan pahalanya. Untuk itu, beramal lah sebanyak mungkin. Jika sampai melibatkan banyak orang dalam pembagian zakatnya, jangan sampai kejadian di Pasuruan terulang lagi. Selain diperlukan pengorganisiran yang baik, kebudayaan antri juga sudah harus menjadi bagian dari diri kita.

Beasiswa & Kapitalisme

Sebagai seorang mahasiswa, aku banyak mengamati papan pengumuman yang ada di kampus karena di kampusku semua informasi diumumkan di papan pengumuman termasuk jadwal kuliah, pengumuman penting dari universitas sampai ke informasi beasiswa & informasi kerja. Tapi ada satu hal yang mengganjal di pikiranku yaitu tentang informasi beasiswa. Beasiswa? Kenapa dengan beasiswa? Well, aku merasa ada semacam bumbu kapitalisme yang sangat kental terasa di dalamnya. Lha kok iso to,dab?!

Ada 2 macam beasiswa yang aku lihat, yaitu beasiswa yang diperuntukkan bagi semua orang dan yang tidak buat semua orang. Kebanyakan beasiswa tersebut diberikan oleh perusahaan-perusahaan korporat yang bekerja sama dengan universitas atau lembaga setempat. Di dalam tulisan ini, aku mengartikan semua orang dengan semua mahasiswa. Tipe beasiswa pertama yaitu beasiswa bagi semua orang. Kenapa bisa kukatakan sebagai beasiswa untuk semua orang? Karena di situ tidak tertera syarat berupa “bagi orang yang tidak mampu”. Dalam hal ini, berarti orang yang “tidak mampu” pun bisa ikut berpartisipasi dalam program beasiswa tersebut asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Tipe beasiswa kedua yaitu beasiswa tidak untuk semua orang atau kasarannya beasiswa bagi yang miskin. Maaf kalau mungkin agak kasar. Well, aku melihat di dalamnya ada persyaratan bahwa bagi yang ingin berpartisipasi harus menyertakan surat tidak mampu dari kelurahan setempat. Yang terjadi ketika kita mengurus surat keterangan tidak mampu adalah surat yang keluar tertulis surat miskin. Hwalah, dapet BLT dong mestinya, hohoho. Sebuah parodi, beasiswa bagi yang tidak mampu alias miskin tapi kok yang miskin bisa kuliah ya? Mestinya kalau dia memang miskin, dia tidak mampu untuk kuliah karena saking miskinnya. Biaya masuk universitas saja sudah mahal, orang miskin mana yang bisa membayar uang sampai berjuta-juta sementara untuk makan sehari-hari saja susah. Banyak orang miskin yang tidak bisa kuliah, jadi mestinya jika perusahaan-perusahaan korporat yang memang “niat” untuk memberikan bantuan beasiswa, bantu lah orang-orang miskin yang benar-benar tidak mampu bersekolah agar mereka bisa menuntaskan program belajar 9 tahun.

Coorperate Social Responsibility

Coorperate Social Responsibility (CSR) adalah tanggung jawab perusahaan dalam segi sosial. Perusahaan sebagai tempat para kapitalis mengeruk keuntungan bertujuan untuk terus mengeruk keuntungan dan apabila hal itu terus dilakukan tanpa memperhatikan lingkungan sekitar, opini masyarakat yang terbentuk adalah bahwa perusahaan korporat hanya mementingkan kepentingan perusahaan. Untuk itu, perusahaan juga memiliki program untuk membangun image sosial di masyarakat. Beberapa cara yang sering dilakukan adalah dengan melakukan bakti sosial, bazaar murah, program beasiswa, dsb. Sebenarnya, hal tersebut merupakan suatu bentuk kapitalisme yang tidak disadari oleh banyak orang. Tanpa kita sadari, saat ini kita sendiri sedang hidup di zaman kapitalisme di mana secara tidak langsung merupakan suatu bentuk neo kolonialisme(?).

Unsur Kapitalisme

Dari semua penawaran beasiswa yang aku lihat, seperti XYZ foundation atau apa pun itu, terlihat bahwa mereka menawarkan brand perusahaan dalam menawarkan beasiswanya. Hal yang lumrah dilakukan agar nantinya orang yang ingin berpartisipasi di dalamnya mengetahui tentang siapa pemberi beasiswa tersebut. Akan tetapi, unsur lain yang kulihat adalah adanya promo perusahaan terkait. Mestinya jika memang ingin menawarkan beasiswa, harus lah berbentuk charity tanpa ada unsur kapitalisme. Kenapa bisa terlihat unsur kapitalisme? Karena dengan adanya promo perusahaan pemberi beasiswa tersebut, terlihat jelas adanya unsur kapitalisme. Dengan adanya beasiswa itu sendiri, sebenarnya suatu perusahaan sedang mempertahankan mesin kapitalisnya untuk terus berproduksi. Di dalam kapitalisme, sebuah aset perusahaan disebut dengan mesin kapitalis di mana untuk membuat mesin tersebut diperlukan banyak elemen. Tujuan utama dari pembuatan mesin tersebut adalah untuk menghasilkan “produk” yang diinginkan oleh perusahaan. Jika satu saja elemen di dalam mesin tersebut rusak, misalnya baut, produk yang dihasilkan bisa saja tidak seperti yang diharapkan. Untuk itu, diperlukan regenerasi dan perawatan terhadap setiap elemen mesin tersebut. Ambil contoh, suatu perusahaan memberikan beasiswa kepada seorang mahasiswa sampai mahasiswa tersebut lulus S2. Setelah mahasiswa tersebut menyelesaikan pendidikannya, perusahaan pemberi beasiswa tersebut merekrut mahasiswa tersebut untuk bekerja di perusahaan tersebut. Dalam hal ini, perusahaan tersebut mencari “baut pengganti” untuk mesin kapitalisnya agar produk yang dihasilkan tetap konstan dan bahkan mungkin lebih baik lagi.

Seandainya beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk charity kepada orang-orang tidak mampu di luar sana supaya bisa menyelesaikan wajib belajar 9 tahun, mungkin baru bisa benar-benar dikatakan beasiswa. Buat semuanya, bantu lah pemerintah menyukseskan program wajib belajar 9 tahun. Kalau bukan kita yang mencerdaskan bangsa, siapa lagi? =)