Senin, 06 Oktober 2008

Peneguhan Kraton, Fakta Sejarah

Sebagai salah seorang warga negara Indonesia yang dibesarkan di Yogyakarta, aku merasa sedih ketika sejarah dan kebudayaan Jawa tidak lagi diakui oleh Pemerintah Pusat. Hal itu ditandai dengan adanya pernyataan dari pemerintah pusat bahwa Pilkada akan dilaksanakan di Yogyakarta. Dengan adanya Pilkada, banyak sekali pertanyaan yang bermunculan di benak masyarakat. Kenapa Pilkada untuk menentukan siapa gubernur selanjutnya justru dilakukan di Yogyakarta? Bukankah Yogyakarta memperoleh privilege (hak istimewa) dari pemerintah Pusat bahwa sistem pemerintahan daerah Yogyakarta adalah Kerajaan? Apa yang terjadi jika benar-benar dilaksanakan Pilkada di Yogyakarta? Mampukah pemimpin terpilih tersebut memimpin masyarakat Yogyakarta secara spiritual? Lalu, bagaimana dengan kebudayaan Jawa itu sendiri? Masyarakat Yogyakarta tidak hanya membutuhkan pemimpin politik, tapi mereka juga membutuhkan pemimpin budaya dan spiritual. Keberadaan Sultan sebagai Gubernur benar-benar mampu melestarikan, memimpin dan mengarahkan kebudayaan jawa yang ada di dalam masyarakat Yogyakarta sebagaimana mestinya.

Pemilihan Kepala Daerah atau disebut juga dengan pilkada, merupakan suatu bentuk demokrasi untuk menentukan siapa yang akan menjadi pemimpin di suatu daerah di mana para pemilihnya adalah masyarakat dari daerah setempat. Sistem pemerintahan daerah Yogyakarta adalah sistem kerajaan. Di Yogyakarta, Raja bertindak sebagai gubernur sesuai dengan hak istimewanya yang diperoleh dari Pemerintah Pusat.

Jika sistem kerajaan tidak lagi diakui oleh pemerintah pusat, lalu bagaimana dengan nasib para punggawa Kraton yang kita hormati dan cintai dengan sepenuh hati? Akankah cerita kasultanan Cirebon akan terjadi di Yogyakarta? Jika sampai itu terjadi, bisa dipastikan bahwa kebudayaan Jawa yang menjadi salah satu bagian dari kebudayaan di Indonesia akan hilang dan akan ada suatu keadaan di mana Pemerintah Pusat tidak lagi dipercaya oleh Pemerintah Daerah yang lain karena keiistimewaan Yogyakarta diakui dan didukung oleh seluruh Provinsi di Indonesia.

Keistimewaan DIY
Keistimewaan DIY bukanlah status privillege (hak istimewa)yang dituntut masyarakat DIY secara sepihak. Namun eksistensi keistimewaan DIY merupakan kenyataan sejarah yang menjadi bagian tak terpisahkan dari berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).Itulah pendapat yang disuarakan sejumlah anggota masyarakat yang mengatasnamakan Kawulo Ngayogyakartaa saat menggelar aksi instalasi di depan Istana Negara Gedung Agung Yogyakarta (29/9).

Sejumlah fakta sejarah meneguhkan kenyataan tersebut. Dokumen yang sudah sangat dikenal luas adalah maklumat 5 September 1945 yang berisi pernyataan bergabungnya Pakualaman & Kasultanan Yogyakarta ke dalam NKRI. Maklumat itu kemudian diperkuat dengan Amanat Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Sri Paduka Paku Alam VIII tanggal 30 Oktober 1945.





Amanat HB IX dan PA VIII tersebut termuat dalam SKH Kedaulatan Rakyat edisi 31 Oktober 1945. “Amanat tersebut merupakan pengumuman bersama yang menegaskan kembali bergabungnya Sri Sultan HB IX dan Paku Alam VIII ke dalam NKRI yang dinyatakan keduanya dalam satu dokumen,” tegas Sejarawan Universitas Sanata Dharma Yogyakata, PJ Suwarno.

Melalui amanat 30 Oktober 1945 tersebut, terang PJ Suwarno, juga terungkap bahwa Yogyakarta merupakan wilayah yang paling duluan mengakui keberadaan Komite Nasional daerah sebagai lembaga legislatif (sekarang disebut DPRD) dibanding daerah lain. “Yogya mula-mula dikecualikan, tapi Sultan justru mengakuinya lebih dulu,” tandas PJ Suwarno.

Sementara itu sejumlah anggota masyarakast yang mengatasnamakan Kawulo Ngayogyakarta melakukan aksi nya dengan memasang 33 buah gambar manusia berpakaian Jawa dengan ekspresi marah. Jumah gambar tersebut sebagai simbol bahwa keistimewaan DIY juga didukung oleh seluruh propinsi di Indonesia.

“Kami merasa kecewa dan marah lantaran DIY diperlakukan tidak adil oleh pemerintah pusat. Pernyataan Presiden SBY yang menyebutkan bahwa rangkap jabatan hanya ada dalam cerita ketoprak dan pernyataan Jubir Presiden yang mengatakan bahwa Yogyakarta harus berubah dari monarki ke demokrasi menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak mengerti sama sekali sejarah bangsanya sendiri,” ujar koordiator aksi, Agug Bondok Setyawan.

Aksi juga dilakukan dengan pemasangan spanduk bertuliskan ‘Jangan khianati sejarah keistimewaan Yogya’ persis di depan Gedung Agung. Setelah itu dilanjutkan dengan pemukulan kentong titir oleh belasan peserta aksi sebagai tanda bahaya dan keharusan waspada bagi seluruh rakyat DIY.

Menurut salah seorang peserta aksi, Widihasto Putro, pemerintah pusat harusnya memahami hal paling mendasar bahwa keistimewaan DIY yang dipegang teguh masyrakat Yogyakarta bukanlah status privilege yang dituntut masyarakat secara sepihak. “Apabila berbagai masukan dan kritik yang disampaikan masyarakat tetap tidak diperhatikan maka berarti pemerintah pusat sudah mengkhianati sejarah keistimewaan DIY yang berarti pula mengingkari keabsahan NKRI,” tandasnya.

Ditambahkan, masalah keistimewaan yang salah satunya adalah jabatan gubernur melekat pada Sultan, buan semata-mata persoalan politis, tarik ulur kepentingan kekuasaan. Bagi masyarakat Jawa, Sultan tidak sekedar pemimpin Politis melainkan juga spiritual dan budaya yang mengikat masyarakat Jawa dalam satu entitas budaya. Jika hal itu dihilangkan, maka entitas ini akan tergerus dan lama-kelamaan hilang.

Masa Depan Yogyakarta

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengharapkan masyarakat Yogyakarta tetap tenang dan tidak perlu emosi menghadapi Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) Yogyakarta. Sebab hal itu dibuat justru untuk membarikan kepastian masa depan keistimewaan Yogyakarta itu sendiri.

Diakuinya RUUK ynag kini tengah digodo di Komisi II DPR RI sebenarnya untuk memberikan kepastian masa depan keistimewaan Yogyakarta. Untuk itu pemerintah selalu memikirkan apa yang terbaik untuk masyarakat Yogyakarta. Presiden juga percaya pada Sri Sultan Hamengku Buwana X sebagai tokoh reformis akan bertindak dan berpikir arif dan memiliki pandangan yang searah dengan pemerintah.

Akan tetapi, DPRD DIY merasa dikesampingkan oleh Pemerintah terkait dengan pembahasan Rancangan Undang-Undang Keistimewaan (RUUK) DIY dan perpanjangan masa jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur DIY. Proses pengambilan keputusan pemerintahan (yang mestinya demokratis) justru tidak mengindahkan aspirasi DPRD yang berarti tidak memperhatikan kehendak rakyat Yogyakarta.

Menurut keterangan salah satu anggota DPRD, Istianah, berapapun masa perpanjangan jabatan gubernur seharusnya tetap memperhatikan aspirasi rakyat. Namun kenyataannya, DPRD justru tidak diajak bicara lebih lanjut mengenai masalah ini termasuk soal rencana perpanjangan jabatan gubernur selama 2 tahun atau paling lama 3 tahun. Jika pemerintah ingin melihat aspirasi dewan, tentunya melihat hasil keputusan dewan, yaitu dengan menetapkan kembali Sultan selama 5 tahun ke depan. Pihak DPRD pun akan memaksakan diri ‘nglurug’ ramai-ramai mendatangi Depdagri untuk meminta kejelasan jika sampai tanggal 6 Oktober Keppres soal perpanjangan masa jabatan gubernur belum dikeluarkan karena mestinya Presiden mengeluarkan Keppres tersebut seblum Lebaran.

Secara terpisah, salah seorang anggota keluarga Kraton Ngayogyakarta Hadiningrat, GBPH Yudhaningrat mengemukakan bahwa sudah lama masyarakat Yogyakarta mengharapkan agar pemerintah memperhatikan kembali kesejarahan DIY di mana dulu terjadi kontrak politik antara pemerintah yakni Soekarno dengan Sultan Hamengku Buwana IX. Akan tetapi, kontrak politik ini ternyata diabaikan oleh pemerintah.

Jika memang benar terjadi, kepada siapa masyarakat Yogyakarta harus mencari arah? Masyarakat Yogyakarta tidak hanya membutuhkan pemimpin politik tetapi juga membutuhkan pemimpin spiritual dan kebudayaan yang telah menyatukan mereka. Bisa dipastikan akan terjadi perpecahan di dalam kebudayaan Jawa dan seluruh bangsa di Indonesia. Keistimewaan Yogyakarta bukan lah karena adanya sistem kerajaan di dalam pemerintahan tetapi karena adanya kerajaan yang mampu menyatukan kebudayaan Jawa dan seluruh bangsa di Tanah Air dan hal itulah yang menjadikan presiden pertama kita, Soekarno, memberikan privilege (hak istimewa). Bersatu lah, Yogyakartaku!

Jumat, 26 September 2008

Lehman Menggoyang Perekonomian Amerika

Lehman Brothers Holdings Inc., bank investasi terbesar ke-4 di Amerika Serikat (AS) mengalami kebangkrutan. Kebangkrutan bank investasi tersebut mampu menyentuh secara menyeluruh sektor keuangan AS. Menteri Keuangan AS, Henry Paulson menyatakan bahwa AS saat ini berada dalam krisis keuangan dan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terlibat dalam penyelesaian kredit bermasalah Lehman (14/9). Apakah Lehman itu? Kenapa kebangkrutan Lehman mampu membuat AS berada dalam krisis keuangan?

Lehman Brothers Holdings Inc.

Nama Lehman mengingatkanku pada nama kiper dari Jerman yang pernah bermain untuk klub favoritku, Arsenal, yaitu Jens Lehmann. Benar, nama Lehman adalah nama orang Jerman. Lehman Brothers adalah sebuah perusahaan yang didirikan oleh 3 orang bersaudara dari Jerman bernama Henry, Emanuel, & Mayer Lehman yang tinggal di AS. Pada tahun 1844, Henry Lehman, seorang imigran dari Jerman membuka sebuah toko kecil di kota Montgomery, Alabama. 6 tahun kemudian, dia bergabung dengan saudaranya, Emanuel & Mayer, dan mereka pun menamakan bisnis keluarga itu dengan nama Lehman Brothers.

Pada tahun 1850, mereka bertiga membentuk sebuah firma. Kemudian pada tahun 1858, Lehman Brothers mulai membuat pondasi awal perusahaan dengan terjun di bisnis katun dan membuka sebuah kantor di New York, kota pusat bisnis di AS. Seiiring dengan waktu, aset dan modal mereka semakin bertambah dan Lehman Brothers pun mulai melebarkan sayap ke berbagai bidang usaha termasuk sektor investasi. Lehman Brothers pun tumbuh menjadi sebuah bank investasi dan bisnis katun pun dialihkan ke anak perusahaannya.

Efek Kebangkrutan Lehman

Sudah lebih dari 150 tahun sejak awal berdirinya dan Lehman mampu menjadi kekuatan besar di dalam ekonomi AS. Sebagai bank investasi ke-4 terbesar di AS, Lehman memiliki peranan penting bagi AS. Akan tetapi, Lehman Brother mengalami kebangkrutan karena dililit oleh kredit macet perumahan senilai 60 miliar dollar AS (!). Akibat kebangkrutan Lehman tersebut, nilai saham yang ditutup di bursa Wall Street, New York melemah akibat adanya keprihatinan baru pasar terhadap keguncangan stabilitas Lehman Brothers yang dikhawatirkan dapat menyentuh secara menyeluruh sektor keuangan AS. Setiap indeks terkemuka di Wall Street anjlok hingga lebih dari 2 persen. Indeks industrial Dow Jones turun hampir 300 poin atau 2,43 persen dan menjadi 11.230,73. Indeks Standard & Poor’s 500 turun 3,41 persen menjadi 1.224,51 dan indeks gabungan Nasdaq turun 2,64 persen menjadi 2.209,81.

Di saat meredupnya prospek Lehman Brothers, sejumlah bank asing dan AS menggalang kekuatan untuk membentuk sistem keuangan global yang ditujukan guna menangkal kemungkinan bangkrutnya bank investasi nomor 4 di AS itu. Perwakilan sejumlah bank itu terlibat perundingan intensif untuk menciptakan dana talangan senilai 50 miliar dollar AS untuk memberikan kredit bagi sejumlah perusahaan keuangan yang bermasalah.

Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral AS (The Fed) berencana mengumumkan kesiapan mereka bersikap lunak dalam menawarkan program kredit darurat bagi bank investasi dan komersial. Rencana ini mengemuka pada saat sejumlah pejabat terkemuka AS dan eksekutif Wall Street terlibat serangkaian perundingan yang tak membuahkan hasil guna menyelamatkan Lehman Brothers dari kebangkrutan. Perundingan tersebut ditujukan untuk menawarkan saham Lehman secara sebagian atau keseluruhan. Perundingan ini menjadi alot setelah peminat saham potensial Lehman bersikeras menginginkan dukungan yang serupa diterima oleh Bear Stearns Cos. Maret lalu saat JP Morgan Chase & Co. membeli saham perusahaan sekuritas itu seharga 29 miliar dollar AS dengan dukungan kredit The Fed.

Investor semula menaruh harapan pada sektor keuangan AS setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan mengambil alih perusahaan kredit rumah terkemuka Fannie Mae and Fannie Mac sebagai upaya menggairahkan pasar kredit rumah yang terlilit masalah. Namun, kekhawatiran kembali timbul setelah saham bank investasi nomor 4 di AS, Lehman, turun hingga separuh nilainya Selasa (09/09) setelah bank tersebut mengalami kesulitan mencari sumber modal dana segar. Ekspektasi terhadap kelanjutan usaha Lehman yang telah berusia 158 tahun pun memudar pada hari Minggu (14/9) setelah Barclays PLC membatalkan rencana membeli saham bank investasi tersebut.

Sementara itu, mantan Ketua Federal Reserve Alan Greenspan, menyatakan akan ada lagi perusahaan-perusahaan finansial yang ambruk menjadi korban krisis keuangan AS. "Hal itu akan terus berlangsung sampai harga rumah di AS kembali stabil, mungkin tahun depan," katanya. Dikatakan Greenspan, Pemerintah AS menghadapi pilihan yang sulit untuk menolong Lehman Brothers tanpa menggunakan uang rakyat. "Mereka (pemerintah) harus membuat sebuah keputusan yang penting, apakah itu melikuidasinya atau mendukungnya. Dan hal itu merupakan keputusan yang sulit," katanya. Akan tetapi, Greenspan tidak memiliki informasi yang cukup teantang apa yang terjadi sehingga ia pun tidak bias memberikan rekomendasi apa yang harus dilakukan oleh Pemerintahan Bush.

Dari Berbagai Sumber.

Selasa, 23 September 2008

Zakat = BLT (Bantuan Langsung Tewas)?

Bulan Ramadhan telah tiba. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. =)

Ramadhan kali ini, terasa berbeda jika dibandingkan dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya. Kenapa? Karena ramadhan kali ini terjadi di saat harga BBM sedang mahal-mahalnya, Rp 6.000,00 per liter. Hal tersebut menjadikan semakin banyak orang-orang yang tidak mampu di Indonesia. Dengan adanya momen bulan Ramadhan dan semakin banyaknya orang tidak mampu di Indonesia, menjadikan bulan Ramadhan kali ini sebagai momen yang tepat untuk beramal dan mencari pahala sebanyak-banyaknya. Semakin banyak amal, semakin banyak pahala yang didapat. Karena itu lah, banyak orang yang beramal tak terkecuali keluarga H. Saikhon di Pasuruan, Jawa Timur.

Setiap tanggal 15 Ramadhan, terhitung sejak tahun 1980, keluarga H. Saikhon selalu memberikan zakat kepada orang-orang tidak mampu yang datang ke rumahnya. Akan tetapi, pembagian zakat kali ini berakhir tragis, 21 orang meninggal saat pembagian zakat! Kebanyakan dari mereka meninggal karena kekurangan oksigen dan berdesak-desakan. Demi Rp 30.000,00, mereka rela antri meskipun nyawa menjadi taruhannya. Jumlah orang yang datang tahun ini sebanyak 5.000 orang, dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah orang tidak mampu semakin bertambah karena kenaikan harga BBM.

Pembagian zakat yang berakhir tragis itu pun hampir sama dengan tewasnya beberapa orang pada saat mengantri BLT alias Bantuan Langsung Tunai. Karena banyaknya korban jiwa pada saat pengambilan BLT, aku menyebut BLT dengan “Bantuan Langsung Tewas”. Aku sering miris dengan kondisi tersebut. Orang miskin buat makan saja susah, belum lagi mereka harus mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan sejumlah uang guna menyambung hidup.

Pembagian zakat yang dilakukan oleh H. Saikhon benar-benar di luar perkiraan. Pada saat pembagian zakat tersebut, sekitar 5.000 orang datang dan semuanya berkumpul menjadi satu, sehingga sudah dapat dipastikan bahwa desak-desakan pun tak terhindarkan. Meskipun banyak aparat kepolisian yang dikerahkan, jumlah tersebut tidak dapat mengatur jumlah orang yang datang karena tanpa diduga jumlah orang yang datang meningkat dua kali lipat dari tahun kemarin. Alhasil, desak-desakan yang parah terjadi dan suplai oksigen pun berkurang sehingga korban jatuh pun tak dapat dihindari lagi. Meski pun demikian, penyebab jatuhnya korban bukan lah murni kesalahan dari pihak panitia. Kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk antri juga berpartisipasi menyumbangkan korban jiwa. Kebanyakan masyarakat kelas bawah kurang memiliki kesadaran untuk disiplin. Penyebab mengapa masyarakat kelas bawah kurang memiliki kesadaran untuk disiplin adalah rendahnya tingkat kecerdasan yang dimiliki. Kemiskinan merupakan penyebab utama dari rendahnya tingkat kecerdasan mereka karena

  1. Kemiskinan menyebabkan mereka tidak mampu untuk membeli makanan dengan asupan gizi yang baik sehingga berakibat pada buruknya perkembangan sel-sel tubuh terutama sel otak.
  2. Kemiskinan menyulitkan mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak sehingga tingkat kecerdasan mereka di bawah standar.
Dengan jatuhnya korban jiwa, pihak keluarga H. Saikhon pun diperiksa oleh pihak kepolisian dan anak pertamanya yang bertugas sebagai ketua panitia dijadikan tersangka. Pihak kepolisian daerah Jawa Timur pun turun tangan untuk melakukan olah TKP. Meskipun pembagian zakat tahun ini telah memakan korban jiwa, tahun depan acara pembagian zakat tetap akan dilakukan bahkan mungkin lebih besar lagi karena hal tersebut telah menjadi tradisi bagi keluarga H. Saikhon. Semoga untuk ke depannya mereka bisa berkaca dari pengalaman yang telah terjadi supaya lebih baik lagi ke depannya & kejadian seperti kemarin jangan sampai terulang lagi.

Inul Daratista dan Zakat

Pada saat kejadian itu, Inul daratista tengah ada di tempat kelahirannya di Pasuruan untuk membagikan zakat. Ratu goyang ngebor itu merasakan kepedihan yang mendalam setelah mengetahui peristiwa yang terjadi. Yang disesalkan oleh Inul adalah mengapa pembagian zakat bisa sampai jatuh korban jiwa? Inul menilai bahwa cara H. Saikhon untuk membagikan zakat adalah salah. Jika memang ingin beramal, kenapa sampai harus sampai promo melalui radio-radio? Menurut para tetangga, H. Saikhon terkenal sombong & pelit. Jadi bisa saja promo melalui radio dilakukan supaya nama keluarga mereka terangkat karena pada dasarnya mereka adalah orang yang sombong & pelit.

Inul pun mengatakan bahwa jika semestinya memang ingin beramal, tidak usah sampai promo besar-besaran dan biar kan nama kita tidak diketahui oleh orang lain. Inul juga menyarankan, jika ingin beramal lebih baik disalurkan kepada yayasan yang lebih kompeten atau disalurkan kepada panti-panti yang membutuhkan.

Zakat merupakan salah satu amal yang dianjurkan di dalam agama Islam. Untuk itu lah, banyak kaum muslim yang melakukan zakat di bulan ramadhan karena semua amal ibadah di bulan Ramadhan akan dilipat gandakan pahalanya. Untuk itu, beramal lah sebanyak mungkin. Jika sampai melibatkan banyak orang dalam pembagian zakatnya, jangan sampai kejadian di Pasuruan terulang lagi. Selain diperlukan pengorganisiran yang baik, kebudayaan antri juga sudah harus menjadi bagian dari diri kita.

Beasiswa & Kapitalisme

Sebagai seorang mahasiswa, aku banyak mengamati papan pengumuman yang ada di kampus karena di kampusku semua informasi diumumkan di papan pengumuman termasuk jadwal kuliah, pengumuman penting dari universitas sampai ke informasi beasiswa & informasi kerja. Tapi ada satu hal yang mengganjal di pikiranku yaitu tentang informasi beasiswa. Beasiswa? Kenapa dengan beasiswa? Well, aku merasa ada semacam bumbu kapitalisme yang sangat kental terasa di dalamnya. Lha kok iso to,dab?!

Ada 2 macam beasiswa yang aku lihat, yaitu beasiswa yang diperuntukkan bagi semua orang dan yang tidak buat semua orang. Kebanyakan beasiswa tersebut diberikan oleh perusahaan-perusahaan korporat yang bekerja sama dengan universitas atau lembaga setempat. Di dalam tulisan ini, aku mengartikan semua orang dengan semua mahasiswa. Tipe beasiswa pertama yaitu beasiswa bagi semua orang. Kenapa bisa kukatakan sebagai beasiswa untuk semua orang? Karena di situ tidak tertera syarat berupa “bagi orang yang tidak mampu”. Dalam hal ini, berarti orang yang “tidak mampu” pun bisa ikut berpartisipasi dalam program beasiswa tersebut asalkan memenuhi persyaratan yang ditentukan.

Tipe beasiswa kedua yaitu beasiswa tidak untuk semua orang atau kasarannya beasiswa bagi yang miskin. Maaf kalau mungkin agak kasar. Well, aku melihat di dalamnya ada persyaratan bahwa bagi yang ingin berpartisipasi harus menyertakan surat tidak mampu dari kelurahan setempat. Yang terjadi ketika kita mengurus surat keterangan tidak mampu adalah surat yang keluar tertulis surat miskin. Hwalah, dapet BLT dong mestinya, hohoho. Sebuah parodi, beasiswa bagi yang tidak mampu alias miskin tapi kok yang miskin bisa kuliah ya? Mestinya kalau dia memang miskin, dia tidak mampu untuk kuliah karena saking miskinnya. Biaya masuk universitas saja sudah mahal, orang miskin mana yang bisa membayar uang sampai berjuta-juta sementara untuk makan sehari-hari saja susah. Banyak orang miskin yang tidak bisa kuliah, jadi mestinya jika perusahaan-perusahaan korporat yang memang “niat” untuk memberikan bantuan beasiswa, bantu lah orang-orang miskin yang benar-benar tidak mampu bersekolah agar mereka bisa menuntaskan program belajar 9 tahun.

Coorperate Social Responsibility

Coorperate Social Responsibility (CSR) adalah tanggung jawab perusahaan dalam segi sosial. Perusahaan sebagai tempat para kapitalis mengeruk keuntungan bertujuan untuk terus mengeruk keuntungan dan apabila hal itu terus dilakukan tanpa memperhatikan lingkungan sekitar, opini masyarakat yang terbentuk adalah bahwa perusahaan korporat hanya mementingkan kepentingan perusahaan. Untuk itu, perusahaan juga memiliki program untuk membangun image sosial di masyarakat. Beberapa cara yang sering dilakukan adalah dengan melakukan bakti sosial, bazaar murah, program beasiswa, dsb. Sebenarnya, hal tersebut merupakan suatu bentuk kapitalisme yang tidak disadari oleh banyak orang. Tanpa kita sadari, saat ini kita sendiri sedang hidup di zaman kapitalisme di mana secara tidak langsung merupakan suatu bentuk neo kolonialisme(?).

Unsur Kapitalisme

Dari semua penawaran beasiswa yang aku lihat, seperti XYZ foundation atau apa pun itu, terlihat bahwa mereka menawarkan brand perusahaan dalam menawarkan beasiswanya. Hal yang lumrah dilakukan agar nantinya orang yang ingin berpartisipasi di dalamnya mengetahui tentang siapa pemberi beasiswa tersebut. Akan tetapi, unsur lain yang kulihat adalah adanya promo perusahaan terkait. Mestinya jika memang ingin menawarkan beasiswa, harus lah berbentuk charity tanpa ada unsur kapitalisme. Kenapa bisa terlihat unsur kapitalisme? Karena dengan adanya promo perusahaan pemberi beasiswa tersebut, terlihat jelas adanya unsur kapitalisme. Dengan adanya beasiswa itu sendiri, sebenarnya suatu perusahaan sedang mempertahankan mesin kapitalisnya untuk terus berproduksi. Di dalam kapitalisme, sebuah aset perusahaan disebut dengan mesin kapitalis di mana untuk membuat mesin tersebut diperlukan banyak elemen. Tujuan utama dari pembuatan mesin tersebut adalah untuk menghasilkan “produk” yang diinginkan oleh perusahaan. Jika satu saja elemen di dalam mesin tersebut rusak, misalnya baut, produk yang dihasilkan bisa saja tidak seperti yang diharapkan. Untuk itu, diperlukan regenerasi dan perawatan terhadap setiap elemen mesin tersebut. Ambil contoh, suatu perusahaan memberikan beasiswa kepada seorang mahasiswa sampai mahasiswa tersebut lulus S2. Setelah mahasiswa tersebut menyelesaikan pendidikannya, perusahaan pemberi beasiswa tersebut merekrut mahasiswa tersebut untuk bekerja di perusahaan tersebut. Dalam hal ini, perusahaan tersebut mencari “baut pengganti” untuk mesin kapitalisnya agar produk yang dihasilkan tetap konstan dan bahkan mungkin lebih baik lagi.

Seandainya beasiswa tersebut diberikan dalam bentuk charity kepada orang-orang tidak mampu di luar sana supaya bisa menyelesaikan wajib belajar 9 tahun, mungkin baru bisa benar-benar dikatakan beasiswa. Buat semuanya, bantu lah pemerintah menyukseskan program wajib belajar 9 tahun. Kalau bukan kita yang mencerdaskan bangsa, siapa lagi? =)

Minggu, 07 September 2008

Drive

Drive


Sometimes, I feel the fear of uncertainty stinging clear
And I can't help but ask myself how much I'll let the fear
Take the wheel and steer

It's driven me before
And it seems to have a vague, haunting mass appeal
But lately I am beginning to find that I
Should be the one behind the wheel

Whatever tomorrow brings, I'll be there
With open arms and open eyes

So if I decide to waiver my chance to be one of the hive
Will I choose water over wine and hold my own and drive?

It's driven me before
And it seems to be the way that everyone else gets around
But lately I'm beginning to find that
When I drive myself my light is found

So whatever tomorrow brings, I'll be there
With open arms and open eyes

Would you kill the Queen to crush the hive?
Would you choose water over wine
Hold the wheel and drive?

Rangkaian kata di atas adalah lirik dari band favoritku, Incubus. Lagu itu berjudul Drive & ada di album Make Yourself. Lagu itu merupakan lagu favoritku, selain karena lagu itu bagus, lagu itu juga bercerita tentang pilihan hidup. Apa pun yang kamu pilih di dalam hidup kamu,,kamu harus siap dengan dengan segala konsekuensinya. Coba renungkan lagi lebih dalam makna di balik lirik itu. Kita adalah orang yang menentukan nasib kita sendiri. Apa pun pilihanmu dalam menjalani hidup, kamu harus siap dengan semuanya.



Di dalam lirik itu, kita adalah pemegang kendali utama di dalam hidup kita yang diibaratkan sebagai seseorang yang mengendalikan suatu kendaraan di mana kendaraan itu berfungsi sebagai pengantar kita untuk menjalani kehidupan dan kemudian mencapai tujuan kita. Kita sendiri yang menentukan ke mana, bagaimana dan untuk apa kendaraan itu melaju. Jika kendaraan itu melaju dalam kondisi dikendalikan oleh orang lain, bisa jadi arah kendaraan itu atau bagaimana kendaraan itu melaju belum tentu seperti yang kita inginkan. Untuk itu, kita harus memegang kemudi kendaraan kita sendiri karena kita yang lebih tahu seperti apa diri kita.

Tapi ketika kita sudah memegang kemudi, apa yang harus kita lakukan? Sekarang tinggal bagaimana kita membawa kendaraan itu sampai ke tujuan seperti yang kita kehendaki. Semua pilihan kita untuk mencapai tujuan memiliki konsekuensi sendiri-sendiri. Di dalam lirik itu, kita dihadapkan pada 2 pilihan, yaitu memilih wine atau air sebagai bekal minum. Apa pun pilihan yang kamu pilih, kamu harus bisa menerima konsekuensinya di mana di dalam hal ini wine dan air memiliki efek yang berbeda ketika kita sedang mengendalikan kemudi. Jadi, apa pun pilihan kita, bersiap lah dengan segala konsekuensinya. Kita lah yang menentukan ke mana kita akan melangkah, jangan ragu untuk memilih.

Senin, 18 Agustus 2008

hwarakadah

Deuh,,ternayata aku sibuk banget yaw,,hohoho.. =p

Rabu, 25 Juni 2008

KPPU Menyikapi Kartel Tarif SMS

19 Juni 2008, KPPU (Komisi Pengawas Persaingan Usaha) menyatakan bahwa 6 operator seluler di Indonesia telah merugikan masyarakat dengan melakukan penyetaraan tarif sms yang menjadikan harga sms jauh lebih mahal dari harga sms seharusnya (kartel). Saat ini, masyarakat dikenakan tarif antara Rp.100,00 sampai Rp.150,00 per sms. Harga ini jauh lebih mahal dari tarif sms yang mestinya hanya Rp.75,00. Dengan demikian, operator-operator seluler tersebut dinilai telah merugikan masyarakat demi keuntungan perusahaan.

Penyeragaman tarif tersebut dilakukan berdasarkan kesepakatan para operator seluler sejak tahun 2004 dan sampai artikel ini ditulis, keseragaman tarif tersebut masih berlangsung. Pada saat kesepakatan tarif sms mulai diberlakukan, terlihat seolah-olah bahwa tidak akan ada lagi tarif mahal yang membebani konsumen. Namun ketika KPPU menyatakan bahwa kartel telah merugikan masyarakat, mulai terlihat bahwa selama ini penyeragaman tersebut hanya lah kedok belaka, kedok agar seolah-olah tidak ada masyarakat yang dirugikan. Dengan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang telekomunikasi seluler, para operator seluler benar-benar meraup keuntungan besar.

Apakah hal tersebut bisa diartikan sebagai salah satu bentuk penjajahan modern? Jika kita melihat bahwa penyedia layanan seluler di Indonesia kebanyakan adalah perusahaan asing yang dimiliki oleh para investor dari luar negeri dan dengan ketidak tahuaan masyarakat tentang telekomunikasi, kesepakatan penyeragaman tarif tersebut bisa dikatakan telah “menjajah” masyarakat, termasuk diriku.

Jika memang demikian, kenapa kita dan pihak pemerintah terutama tidak menyadari hal tersebut? Mungkin ini dikarenakan kurangnya sosialiasi tentang tarif telekomunikasi di Indonesia yang menyebabkan masyarakat menggangap bahwa itu adalah wajar sehingga tidak ada keluhan terhadap pemerintah. Lalu, apakah tidak ada pengawasan dan kontrol dari pihak pemerintah untuk bidang telekomunikasi mengingat bahwa telekomunikasi sekarang telah menjadi hajat hidup orang banyak sama seperti halnya BBM?

Lalu jika memang telah ada kesepakatan penyeragaman tarif yang dilakukan oleh para operator seluler, kenapa 2 tahun belakangan ini para operator justru menurunkan tarif serendah-rendahnya? Dengan adanya promo tarif murah tersebut, telah memacu masyarakat untuk berlomba-lomba mendapatkan tarif murah tersebut sehingga bisa diartikan bahwa operator-operator tersebut secara terang-terangan bersaing mendapatkan pelanggan sebanyak-banyaknya. Belum lagi dengan promo tarif yang ada pun cenderung menyerang dan menjatuhkan para operator lain. Menurutku, hal merupakan suatu persaingan tidak sehat. Selain itu, dengan meningkatnya jumlah pelanggan seluler, bukan berarti bahwa para operator telah siap untuk menghadapi jumlah pelanggan yang semakin banyak. Para operator hanya mencari keuntungan sebesar-besarnya tanpa memikirkan kepuasan pelanggan. Mereka lebih mementingkan sisi kuantitas daripada kualitas yang berarti mereka mencari keuntungan sebesar-besarnya tanpa memperhatikan sisi kepuasan konsumen dalam hal kualitas pelayanan telekomunikasi seperti jaringan, koneksi, dan lain sebagainya. Banyak sekali kasus pelanggan yang dirugikan seperti tidak bisa menghubungi pelanggan lain baik itu sesama operator maupun lintas operator. Dengan adanya persaingan tidak sehat tersebut, jelas terlihat bahwa mau tidak mau masyarakat telah menjadi korban dari persaingan dan ketidak siapan para operator seluler.

Jadi, apakah tindakan KPPU bisa dikatakan terlambat mengingat hal ini telah berlangsung cukup lama? Bisa iya, bisa juga tidak. Bagaimana para operator tersebut membungkus dan menyajikan tarif tersebut benar-benar membuat seolah-olah seperti tidak ada persaingan di antara mereka. Tapi apakah KPPU hanya menindak penyeragaman tarif sms? Kenapa persaingan tarif telepon tidak ditindaklanjuti? Lalu, bagaimana dengan konsumen itu sendiri? Apakah ada perlindungan terhadap konsumen yang dirugikan karena ketidaksiapan operator (bukan hanya dari sisi uang saja)? YLKI pun akhirnya turun tangan melihat situasi ini. YLKI menyarankan kepada masyarakat bahwa masyarakat bisa melakukan “class action”. Saat ini, YLKI menyatakan bahwa banyak konsumen yang merasa dirugikan karena komunikasi mereka ke berbagai pihak terganggu, sulit untuk dilakukan dan bahkan banyak yang tidak berhasil karena ketidak siapan operator. Ada satu contoh kasus dari seorang temanku, ketika dia hendak menelpon temannya, untuk bisa terkoneksi saja butuh waktu lama. Belum lagi dengan promo para operator yang menyatakan tarif murah, tapi tetap saja temanku kena mahal padahal cuma menelpon selama kurang lebih 20 detik. Temanku pun sebal karena selain koneksi yang lama dan sering gagal, dia juga merasa tertipu dengan adanya promo tarif murah tersebut. Coba bayangkan, kasus tersebut tidak hanya terjadi pada satu orang di Indonesia tapi terjadi di sebagian besar pengguna telekomunikasi seluler. Buat KPPU, YLKI dan pemerintah terutama, lindungi lah konsumen yang sebagian besar adalah rakyat Indonesia ini.

Jika saja pemerintah mengatur telekomunikasi seperti yang dilakukan oleh pemerintahan Prancis, bisa jadi tidak ada masyarakat yang dirugikan. Meski pun bukan jaminan, mestinya hajat hidup orang banyak tetap diatur dan dikontrol oleh pemerintah. Jika komunikasi menjadi lancar dan tidak ada yang dirugikan, pasti perkembangan telekomunikasi di Indonesia bisa lebih baik lagi.

Sistem Pendidikan di Indonesia

Pertengahan Juni adalah waktu pelaksanaan pengumuman kelulusan sekolah, saat di mana para pelajar di seluruh Indonesia menanti dengan harap-harap cemas apakah mereka lulus atau tidak. Sesaat setelah diumumkan, banyak di antara mereka yang senang setelah mengetahui bahwa mereka lulus. Tapi ada juga sebagian dari mereka yang sedih dan kecewa setelah mengetahui bahwa dirinya tidak lulus. Mereka yang lulus, sebagian berpesta dengan turun ke jalan mengenakan baju sekolah mereka yang telah dicorat-coret.

Tiap tahun, standar nilai kelulusan semakin meningkat dari tahun ke tahun. Dari dulu yang cuma 3,00, sekarang jadi 6,00. Bahkan pemerintah berencana akan meningkatkan standar nilai kelulusan pada tahun ajaran mendatang. Bisa jadi tingginya standar nilai kelulusan yang diberikan telah membuat sebagian siswa tidak lulus. Tapi, kalau memang begitu, hal ini patut dipertanyakan. Seorang siswa SMU di Surabaya yang pernah mengharumkan nama bangsa kita ini dengan menjadi juara olimpiade fisika (sebut saja Dee) justru tidak lulus. Aku yakin dengan kemampuannya yang seperti itu, Dee bisa melalui semua ujian dengan baik. Tapi kenapa Dee tidak lulus?

Kegagalan Sistem

Bisa jadi itu semua karena adanya ketidaksiapan salah satu bagian sistem pendidikan. Untuk dapat lulus, seorang siswa harus menempuh 3 ujian nasional dengan materi yang diujikan Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, dan Matematika. Dengan kemampuannya logikanya, aku yakin semua itu bukan masalah bagi Dee. Tapi kok bisa Dee gak lulus? Sistem ujian yang sekarang jauh berbeda dengan sistem terdahulu. Dulu, untuk ujian belum ada yang namanya pemeriksaan jawaban ujian pakai komputer. Semua pengkoreksian diperiksa secara manual. Bentuk soal yang diberikan pun ada 2 macam, pilihan ganda dan uraian. Sekarang, semua serba komputer. Dikoreksi dengan menggunakan komputer. Karena dikoreksi dengan komputer, semua soal pun berbentuk pilihan ganda. Pemeriksaan dengan komputer dilakukan untuk memudahkan pengkoreksian. Untuk itu, semua peserta ujian diharuskan menggunakan pensil 2B untuk mengisi jawaban.

Jika Dee yang notabene adalah seorang siswa juara olimpiade fisika tidak lulus ujian nasional, bisa jadi Dee telah menjadi korban kegagalan sistem. Sistem yang ada sekarang tidak bisa mentolerir kesalahan sekecil apa pun. Coba bayangkan, bisa jadi ketika Dee mengisikan jawaban, mungkin ada beberapa bagian yang tidak jelas sehingga pada saat diperiksa oleh komputer tidak terbaca. Padahal jika dikoreksi manual bisa jadi Dee lulus. Selain itu, jika ada soal dengan bentuk uraian, bisa jadi Dee mendapat nilai bagus karena kemampuan logikanya. Penilaian soal uraian lebih kepada pendekatan logika, bagaimana cara seorang siswa memecahkan kasus. Jika kita menjawab salah di bagian ini, kita masih mendapat nilai jika jalannya logika kita itu benar meskipun ada kesalahan jawaban karena ketidaktelitian. Semestinya, para penilai ujian jangan dibuat malas dengan adanya penggunaan komputer. Sistem memang dibuat untuk memudahkan, tapi bukan dibuat untuk memanjakan. Semestinya, setelah diperiksa oleh komputer, para pengkoreksi tetap melakukan pengecekan manual untuk memastikan bahwa tidak ada kesalahan hasil koreksi komputer sekecil apapun. Jika hal tersebut dilakukan, mungkin cerita tentang juara olimpiade fisika tidak terjadi. Aku sendiri lebih setuju dengan penggunaan sistem lama karena selain tidak ada kesalahan pengkoreksian akibat komputer, sistem lama tersebut juga lebih mengetahui kemampuan logika seorang siswa. Dibandingkan dengan sistem yang sekarang, pendekatan terhadap logika tidak ada sama sekali, bahkan bisa dibilang seseorang yang mestinya tidak lulus (karena memang dengan kemampuannya) karena seharusnya dia mengulang pembelajaran justru lulus karena keberuntungan. Coba bayangkan nasibnya ketika dia meneruskan pendidikan ke tingkatan yang lebih tinggi, dengan kemampuan logikanya, kasihan anak tersebut.

Standar kelulusan semestinya bukan hanya dari 3 mata pelajaran yang diujikan, tapi lebih kepada kemampuan siswa tersebut. Sistem pendidikan yang baik adalah sistem yang mengerti kemampuan sorang siswa itu sejauh apa dan diarahkan sesuai dengan kemampuannya. Standar kelulusan yang baik mestinya memperhatikan kemampuan siswa tersebut. Jika selama masa pembelajaran, dia memang tertinggal, mestinya dia jangan diluluskan karena kasihan dia nantinya. Biarkan dia memperdalam kemampuan logikanya terlebih dahulu. Jika ada seseorang yang pada saat ujian tidak lulus salah satu mata ujian, jangan diambil kesimpulan bahwa dia bodoh & tidak lulus. Coba lihat kasus Dee, masa tidak lulus padahal Dee punya kemampuan luar biasa yang telah mengharumkan bangsa kita ini dengan kemampuannya. Jika kelulusan hanya dilakukan berdasarkan 3 mata ujian tersebut, buat apa kita selama sekolah mempelajari banyak mata pelajaran? Mata pelajaran tersebut bertujuan untuk mengasah kemampuan logika dan mengetahui bakat seorang anak. Mestinya, ujian nasional yang menitikberatkan pada 3 mata ujian tanpa memperhatikan kemampuan siswa tidak pernah ada. Sistem yang seharusnya adalah bahwa sistem kelulusan ditentukan berdasarkan kemampuan dan potensi siswa tersebut. Jika memang ada ujian nasional, mestinya ujian nasional tersebut adalah ujian untuk semua mata pelajaran wajib dan juga menitik beratkan kepada kemampuan siswa.

Dengan sistem ujian dan kelulusan yang seperti itu, berarti jelas-jelas tidak sesuai dengan kurikulum yang ada saat ini yaitu kurikulum berbasis kompetensi atau disebut juga dengan KBK. KBK lebih menekankan pada pengembangan kemampuan siswa. Jika memang begitu, semestinya ada perubahan besar yang dilakukan oleh Dinas Pendidikan dan pemerintah untuk menyikapi sistem pendidikan yang ada. Hal pertama yang harus dilakukan adalah mengubah sistem ujian dan standar kelulusan. Jangan sampai ada kasus seperti Dee lagi.

Lalu, bagaimana dengan nasib siswa yang tidak lulus? Banyak di antara mereka yang mengambil ujian kesetaraan atau kejar paket. Akan tetapi, bagi siswa SMK yang tidak lulus, sepertinya hal itu sulit untuk dilakukan. Pihak SMK melarang siswanya ikut ujian penyetaraan / paket karena banyak materi ujian yang tidak mereka dapatkan selama di SMK. Pemerintah saat ini sedang gencar-gencarnya mempromosikan SMK. Akan tetapi, apakah pihak pemerintah itu sendiri telah siap menghadapinya? Lalu, bagaimana nasib para penerus bangsa kita? Sepertinya ada banyak PR yang harus dikerjakan oleh pemerintah untuk mata pelajaran pendidikan. Semoga PR tersebut bisa diselesaikan dengan baik dan pendidikan di Indonesia bisa lebih baik lagi serta mampu mencerminkan kebudayaan bangsa Indonesia. =)

Senin, 09 Juni 2008

Kok Cuma Segitu?

Mulai tanggal 24 Mei 2008 pukul 00.00, harga BBM naik. Dari premium yg semula hanya 4500, jadi 6000 rupiah. Solar dan minyak tanah juga naik. Tapi kok cuma segitu ya naiknya? Asem ik, tiwas tak kira lebih mahal lagi. :'( Lhoh, kok aku malah sedih?Yaaaa, karena naiknya cuma segitu. Mbok ya seliter tu jadi 10000 ato 12000 gitu, asem ik. Gara-gara komentarku itu, ada yang menganggap kalau aku tu sombong / sok kaya / gak peduli ama bangsa ini / apa lah itu. Wew, kasian banget ya aku? (O_o)

Aku punya alasan tersendiri mengapa aku bisa berkata begitu padahal aku sendiri juga jadi berkurang uang sakunya secara gak langsung (coz buat beli bensin). Dibandingkan dengan negara-negara maju seperti Jepang, Australia dsb, harga Bensin di Indonesia termasuk murah (sekali). Di Jepang, harga bensin per liter adalah 12000. Di Australia, harga bensin di tiap pom bensin bisa berbeda-beda. Negara kita memang tidak bisa disamakan dengan negara maju, dari segi sosialita, ekonomi, dsb, negara kita jelas tidak bisa disamakan. Tapi, kenapa aku justru berharap harga BBM jadi mahal?

Pengurangan subsidi BBM dengan menaikkan harga BBM karena harga minyak dunia yang semakin menggila, selain untuk mengimbangi APBN dan menutup hutang masa lalu, adalah untuk menyebar pemerataan subsidi pada berbagai bidang seperti pendidikan & kesehatan. Meskipun belum terasa secara signifikan perubahan yang terjadi di bidang itu, ada efek jangka panjang yang aku yakin bisa membuat mental bangsa ini jadi lebih maju. Dengan kenaikan harga BBM, secara tidak langsung akan membuat rakyat tidak manja dan semakin berusaha untuk menjadi lebih mandiri. Justru hal ini lah yang semestinya disikapi dengan baik oleh rakyat karena banyak sekali pelajaran yang kita dapat dari situ.

Harga BBM yang semakin melambung tinggi adalah akibat dari semakin menipisnya persediaan minyak di dunia. Diperkirakan persediaan minyak dunia akan habis dalam kurun waktu 16 tahun. Semakin langka barang, semakin mahal harganya. Minyak sebagai sumber daya alam yang tidak bisa diperbarui pasti akan habis suatu waktu dan tidak akan ada lagi gantinya. Hal tersebut kemudian merangsang orang-orang dari seluruh dunia untuk berlomba-lomba melakukan penelitian tentang kemungkinan sumber energi alternatif yang tidak akan pernah habis. Aku yakin impian manusia akan tercipta, semua tinggal menunggu waktu. Seperti orang2 zaman dulu yang bermimpi bisa piknik ke bulan & akhirnya sekarang bisa terwujud, aku yakin kita bisa menemukan alternatif energi demi kelangsungan kehidupan di dunia ini. Aku yakin kalau impian kita sebagai umat manusia untuk mendapatkan sumber energi alternatif yang tidak akan pernah habis akan tercipta. Sudah banyak penemuan yang mampu menghasilkan sumber energi alternatif seperti bio diesel dan bahkan ada yang mampu menjadikan air sebagai bahan bakar pengganti minyak. Semua itu adalah respon dari menipisnya persediaan minyak bumi di dunia. Di suatu daerah di Jawa Tengah bahkan telah ditemukan sumber energi alternatif dari singkong dan telah terbukti mampu menggantikan bensin untuk bahan bakar kendaraan bermotor. Jika saja pemerintah mengetahui hal ini dan membantu pengembangannya, tidak menutup kemungkinan bahwa home industry tersebut bakal menjadi solusi masalah minyak di dunia.

Selain itu, konsumsi BBM pada industri dan kendaraan juga menyebabkan berbagai macam polusi di dunia ini. Limbah2 yang dihasilkan turut berpartisipasi dalam pemanasan global yang semakin parah dari waktu ke waktu, mengakibatkan prakiraan cuaca dan perubahan iklim tidak dapat dipastikan secara pasti. Jadi, diharapkan dengan naiknya harga BBM, mampu menekan masyarakat untuk minimal mengurangi pemakaian kendaraan pribadi yang berarti pengurangan polusi. Dengan begitu, meskipun hanya sedikit-sedikit, kita bisa turut berpartisipasi dalam menghadapi pemanasan global.

Saat ini efek yang paling terasa dari kenaikan BBM adalah kenaikan harga barang-barang kebutuhan. Para pedagang di pasar mau tidak mau harus menaikkan harga barang dagangannya mengingat biaya untuk pengiriman stok barang juga jadi lebih mahal karena naiknya BBM. Ini ada contoh sederhana yang sering terjadi di kalangan anak kos. Kalau dulu, duit 5000 udah bisa makan ayam goreng mpe puas plus es teh dan sisa duit di dompet itung-itung bisa dipake buat tambah-tambahan nraktir pacar. Tapi sekarang, duit segitu cuma bisa buat beli makan nasi + telur & tempe penyet, belum termasuk minum (seret dong). Boro-boro mau nraktir, duit aja nge-press, mau nabung juga gak bisa. Lha piye jal?Fang sing sing. F(*^%(*^&^.

Menurut kabar, harga BBM bakal dinaikkan lagi. Dari semula premium yang 6000 bakal jadi 7500. Hal ini memang sudah direncanakan oleh pemerintah agar rakyat tidak manja dengan harga 6000 per liter. Selain itu, hal ini juga dilakukan untuk mencegah adanya kemarahan (lagi) setelah rakyat tenang-tenang saja (alias manja) dengan harga 6000. Jadi, harga BBM harus buru-buru dinaikkan mengingat harga minyak dunia yang makin lama makin naik. Sebuah tindakan preventif yang menurutku cukup bagus dilakukan oleh pemerintah. Sebab kalau tidak dinaikkan dari sekarang, nanti rakyat justru akan terbiasa untuk manja.

Hmm, tapi kenapa sejak saat ini justru pemerintah membagikan BLT (Bantuan Langsung Tewas?) buat rakyat miskin? Bukannya itu sama saja dengan memanjakan rakyat miskin? Sebenarnya, BLT adalah pancingan yang diberikan oleh pemerintah agar rakyat jadi lebih maju lagi. Ya, diharapkan rakyat mampu mengatur uang tersebut untuk dikembangkan agar kehidupan mereka jadi lebih baik lagi nantinya. Selain itu, ini juga sebagai bukti dari pelaksanan UUD tentang pemeliharaan rakyat miskin oleh negara. Well, semoga saja sasaran pemerintah ini tepat sasaran, amin. =)

Yup, kenaikan BBM telah banyak mempengaruhi berbagai sektor kehidupan. Termasuk sektor jajanku. :’( Biar pun aku sekarang jadi jarang jajan, tapi sekarang aku jadi belajar buat berhemat. Sekarang tu, kudu pinter2 ngatur keuangan & cari duit kalo pengen survive. Tapi tetep aja aku sering kehabisan uang ibarat peribahasa: sepandai-pandainya tupai meloncat, akhirnya jatuh juga. Meskipun aku bisa untuk mengurangi jatah jajanku, tapi kalau ngliat serial komik baru yang aku suka ato buku bagus di toko buku, pasti langsung aku beli. Wkwkwk, ya piye ya? Udah hobi sie, hohoho. =)

Kamis, 22 Mei 2008

Pulsa HP

Barusan, aku nelpon ke HP temenku. Wew, (O_o) cuma bentar (2 menitan doang) udah habis 3000. Hweleh, fang sing sing. Memang sih aku waktu itu nelponnya pas jam kerja alias jam sibuk dan udah gitu nomer kita juga lintas alam operator, jadi nek tak pikir-pikir wajar juga harga segitu. Tapi kok menurutku gak ada kejelasan tarif ya? Aku merasa adanya ketidakjelasan tarif telepon untuk telekomunikasi selular di Indonesia yang lebih dikarenakan adanya perang tarif antar operator. Promo tarif mereka mungkin terlihat jelas dan ada di mana2, membanjiri tipi-tipi, koran, pinggir jalan, kafe meong, dsb (baik dari operator GSM/CDMA atau pun operator baru) tapi menurutku hal itu justru membuat masyarakat bingung (terutama buat mereka yang masih gaptek dan gak punya HP) iki ki maksudte opo to??!! (?.?)

Bagiku, tiap penyedia layanan telukomunikasi selular (provider, di sini disebut sebagai operator) di Indonesia benar-benar melakukan apa yang disebut dengan “perang”. Bukan cuma perang tarif, tapi bener-bener perang. Kok bisa? Yup, lha wong aku saja mau nelpon ke temenku buat konek aja butuh 15 menit. Begitu udah bisa konek, kena tarifnya mahal. Hweleh, sirik bener ya operatorku ama operator lain?! Tapi seumpama aku ngehubungi temenku yang sesama operator, busyet dah, koneknya gampang dan udah gitu biar pun nelponnya lama juga cuma kena pulsa dikiiiit. Gemes aku nek kaya gini, perang kok kebangetan, bener-bener sirik kalau udah yang namanya lintas operator atau operator. Kalau gini, aku sebagai konsumen alias pemakai jasa telekomunikasi selular ibarat pelanduk yang ada di tengah-tengah pertarungan gajah.

Kok waktu itu gak sms aja? Begini ceritanya, temenku pas itu gak punya pulsa (emang kapan ya dia punya pulsa?) jadi kalau pun aku sms dia, gak bakalan dibales dan saat itu juga aku emang gi bener-bener ada perlu ama dia. Sms alias short message service (buatku si, sms tu smile mailing service coz aku tiap sms suka bikin orang yang tak sms tu senyam-senyum ndiri dan temenku juga kalau sms aku juga kadang suka bikin aku senyam-senyum ndiri, hohoho) adalah layanan perpesanan via HP (dan tentu saja di dalamnya ada operator yang terlibat. Nek udah gitu, tau maksudnya kan?). Operator-operator layanan telekomunikasi selular bukan cuma perang tarif di sektor biaya telpon tapi di sektor sms mereka juga perang tarif, hweleh. Ada operator yang mromosiin paket sms, ada yang gratis ke sesama operator (tentunya dengan seabrek syarat dan ketentuan), ada yang bayar sesuai dengan banyak karakter yang kita pake dan lain sebagainya. Hwaduh, tambah mumet aku nek kon itung-itungan tarif koyo ngene. Fang sing sing. F@*^$*

Kalau aku saja ngerasa bingung dengan banyaknya tarif menyesatkan, aku yakin pasti di luar sana juga ada banyak orang selain aku yang bingung bin mumet. Kalau banyak orang yang merasa bingung, kenapa pemerintah justru diam saja dan membiarkan rakyatnya berada dalam kebingungan? Bukankah ini sudah menyagkut banyak orang? Apa kah pemerintah gak mau ambil pusing dengan itu karena pemerintah sendiri mendapat untung dari operator-operator yang ada? Kalau begitu, apa fungsi dan peran pemerintah? Apa pemerintah juga bakal diam saja dengan makin banyaknya operator selular yang masuk dari luar negeri dan menambah ruwet situasi perang tarif (seperti masuknya operator dari Australia)? Lalu di mana fungsi kontrol pemerintah? Apa kah pemerintah tidak menyadari rakyatnya semakin tenggelam di dalam kebingungan akibat perang tarif yang makin lama tambah parah? Berhubung telekomunikasi selular sudah menjadi kebutuhan bagi orang banyak, bukankah semestinya telekomunikasi selular juga diatur oleh pemerintah sama seperti halnya minyak (UUD tentang pengaturan hajat hidup orang banyak)?

Bonjour, coba kita melihat ke negara Prancis, negara yang dianggap sebagai pusat mode dunia. Di Prancis, pemerintahan Prancis benar-benar menjalankan fungsinya di bidang kontrol dan pengawasan. Di Prancis, telekomunikasi selular (sebagai hajat hidup orang banyak) benar-benar diatur dengan baik. Mulai dari bandwidth untuk layanan selular, siapa saja yang terlibat di dalam komunikasi selular sampai ke kontrol tarif. Di Prancis, hanya ada 4 operator selular. Pemerintah bertugas sebagai pembagi traffic komunikasi untuk tiap operator sehingga tiap operator memiliki banyak jalur traffic komunikasi yang sama. Untuk masalah tarif, tarif yang diberlakukan oleh tiap operator kepada semua pelanggannya adalah SAMA karena semua tarif diatur oleh pemerintah, baik itu tarif untuk sesama operator maupun lintas operator. Di sini, terlihat jelas fungsi pemerintah sebagai fungsi kontrol berjalan dengan baik sehingga tidak ada monopoli bandwidth dan tidak ada kebingungan masyarakat karena berbagai macam promo tentang tarif. Semua arus komunikasi selular pun berjalan dengan baik apakah itu antar sesama operator maupun lintas operator.

Lalu, bagaimana dengan Indonesia sendiri? Apa kah bakal terjadi dengan apa yang disebut monopoli selular? Bisa iya,,bisa juga tidak. Semestinya pemerintah Indonesia sadar akan hal itu dan berusaha untuk menghilangkan kebingungan rakyatnya dengan angka-angka tarif yang harus dihapal (padahal kalau di ujian gak keluar, ngapain diapalin ya?). Well, dengan kenyataan seperti itu, aku berusaha untuk membantu lewat pemikiranku yang tertulis di blogku ini, jadi ada beberapa langkah sederhana dariku agar kita tidak terjebak dengan tarif yang menyesatkan.

Berikut ini ada sedikit tips dariku bagi pengguna jasa telekomunikasi selular dan semoga bermanfaat.
  1. Kita harus mengetahui gaya komunikasi selular kita, apakah lebih suka sms, telpon, browsing, dsb.
  2. Ketahui kekuatan kantong kita.
  3. Apa kah kita termasuk tipe bayar belakangan, bayar duluan, ato hemat dsb?
  4. Cari tahu keunggulan tiap operator mulai dari kekuatan dan jangkauan sinyal, tarif telpon, sms, MMS, GPRS, 3G, ketersediaan nominal voucher, masa aktif, dll.
  5. Pilih operator yang sesuai dengan tipe komunikasi selular kita dan kekuatan kantong kita, tentukan apakah kita akan menggunakan pra-bayar atau pasca-bayar.
  6. Berhati-hati lah terhadap setiap promo yang ada, banyak sekali terjadi penipuan yang terjadi di dunia komunikasi selular.
Selanjutnya, silakan berkomunikasi selular ria dan semoga perkembangan komunikasi selular di Indonesia jadi lebih baik dari waktu ke waktu. =)

Uang Koin

Kita pasti tahu apa yang dimaksud dengan uang koin. Yup, koin 100, 200, 500, dsb. Emang napa to? Ada apa dengan uang koin? Ada gosip uang koin palsu ya? Hohoho, bukan kok, bukan itu. Ada suatu pelajaran berarti yang bisa kita petik dari sebuah koin.

Misalkan aku pegang koin & aku hadepin gambar garudanya ke kamu. Menurutmu, berapa nilai uang koinnya? Bisa jadi 100, 200, atau pun 500,kan?! Kamu nebak kalau itu koin 100, padahal yang tak pegang tu koin 200. Salah kan? Jadi intinya begini, ketika misalkan kita melihat suatu kejadian atau peristiwa, jangan nge-judge sak klek bahwa peristiwa itu gini, bisa jadi kan makna sebenernya dari peristiwa itu gak seperti yang kita kira. Tiwas kita anggap jelek, ternyata sebenernya gak gitu. Jadi, jangan asal nge-judge.

Sikapi lah setiap kejadian dengan bijak, jangan cuma menilai dari satu sisi saja. Yup, pas tebak-tebakan uang koin, ada sisi lain yang gak kita tahu. Akibatnya, kita bisa salah mengintepretasikan sesuatu karena kita menilai bukan keseluruhan dari objek melainkan hanya sebagian kecil dari objek itu yang kita intepretasikan. Coba lah untuk lebih mempelajari segala sesuatu dengan lebih teliti. Masih ada sisi lain yang tidak kita tahu dari peristiwa itu. Selain itu juga masih ada sisi tipis dari uang koin yang bisa kita artikan sebagai abu-abu di antara hitam & putih, waria di antara pria & wanita. Minoritas memang, kecil kemungkinan untuk dilihat & disadari tetapi sebenarnya mereka ada di antara dua sisi uang koin itu (kita).

Jadi sebelum kita menilai sesuatu, cek dulu dari sisi yang lain, bisa aja beda kan?! Bijaksana lah dlm menyikapi, bertindak dsb. Okey? =)

Bangkit!!!

Setiap tanggal 20 Mei, rakyat Indonesia memperingati hari Kebangkitan Nasional. Tekad organisasi-organisasi pemuda/i untuk bangkit ditandai dengan lahirnya organisasi Budi Utomo. Peristiwa itu adalah salah satu momentum di mana rakyat Indonesia bertekad untuk mulai bangkit melawan penjajahan, untuk menjadi bangsa yang bebas dan merdeka. Itu terjadi seratus tahun yang lalu. Sekarang sudah seratus tahun sejak tanggal 20 Mei 2008, lalu apa makna dibalik seratus tahun peristiwa itu?

Pemerintah menetapkan bahwa setiap tanggal 20 Mei ditetapkan sebagai hari kebangkitan nasional. Mengapa demikian? Coba lah untuk menilik apa yang terjadi pada tanggal 20 Mei 1908, di situ terdapat nilai dan tekad untuk bangkit dan bersatu untuk terus berjuang demi kebebasan dari penjajahan. Jika kita memang memperingati hari kebangkitan nasional, bagaimana cara kita untuk memperingatinya?

Bagiku, peringatan hari kebangkitan nasional yang paling benar-benar terasa “kebangkitannya” terjadi 10 tahun yang lalu, tepatnya ketika Pak Harto menyatakan mundur dari jabatan presidenan setelah 30 tahun kekuasaannya. Ribuan mahasiswa menduduki gedung DPR/MPR dan menuntut agar Pak Harto mundur. Kenapa bisa ku katakan “kebangkitannya” terasa? Selama masa orde baru, kebebasan untuk berpendapat selalu dibayang-banyangi oleh pernyataan pemerintah, yang gak nurut pemerintah berarti musuh pemerintah dan harus masuk penjara. Ingat Iwan Fals? Dia menyatakan keterpurukan pemerintah dan bangsa ini lewat lagu-lagunya, menjadikan pemerintah marah padanya dan kemudian segera menangkap Iwan Fals untuk kemudian memasukkan Iwan Fals ke dalam penjara.

Rakyat Indonesia sendiri juga sudah cukup geram ketika seluruh aspirasi untuk kemajuan Indonesia seolah2 tidak pernah dianggap, lama-kelamaan rakyat pun bosan dan merasa bahwa kehidupan mereka telah dimonopoli. Hal itu semakin dikuatkan dengan pemberitaan tentang para wakil rakyat di Senayan yang juga cuma bisa tidur saat rapat. Mestinya pada saat rapat, para wakil rakyat di majelis menyampaikan aspirasi rakyat dan bukannya malah cuma tidur dan setuju-setuju saja dengan tiap pernyataan Presiden. Pernyataan “yang gak nurut pemerintah berarti musuh pemerintah dan harus masuk penjara” ternyata juga membuat para wakil rakyat tunduk. Belum lagi ditambah dengan pemerintah yang memberikan seabrek fasilitas kepada mereka, para wakil rakyat pun semakin tunduk pada pemerintah.

Puncak kegeraman terjadi dengan adanya aksi menduduki Senayan oleh ribuan mahasiswa. Mereka bangkit dari keterpurukan, mewakili seluruh rakyat Indonesia dan menuntut perubahan yang disebut dengan REFORMASI. Situasi yang terjadi saat itu hampir sama dengan zaman penjajahan dulu. Kalau dulu para pejuang kita berjuang melawan penjajah, saat itu para mahasiswa mewakili rakyat Indonesia berjuang melawan aparat pemerintah. Situasi yang terjadi pun tidak bisa dibedakan dengan perang.

Hasilnya, korban-korban berjatuhan dari semua pihak dan kemudian beberapa dari mereka dijuluki sebagai Pahlawan Reformasi. Perjuangan tidak berakhir sia-sia. MPR mendesak agar Pak Harto mundur dari jabatan dan Pak Harto pun kemudian mengumumkan pengunduran dirinya pada tanggal 21 Mei 1998. Momen itu kemudian menjadikan peristiwa itu sebagai puncak reformasi. Tapi, apakah reformasi itu telah menunjukkan perubahan yang berarti sampai sekarang? Kalau menurutku, meskipun sekarang kita telah bebas untuk berpendapat, aku masih belum bisa merasakan angin perubahan yang terjadi. Kok bisa gitu ya?

Coba kita lihat apa yang terjadi pada Mei 98. Setelah Pak Harto mundur, rakyat langsung senang begitu mengetahui bahwa Pak Harto sudah tidak lagi berkuasa sehingga rakyat merasa bahwa perubahan pasti akan tercapai. Tapi, tunggu dulu! Euphoria akan kemunduran Pak Harto telah membuat seluruh rakyat lupa akan tujuan dari reformasi itu sendiri. Reformasi mestinya bukan hanya mengenai masalah mundurnya Pak Harto tapi juga mengenai perubahan struktur pemerintahan. Jika memang diinginkan perubahan, mestinya begitu Pak Harto mundur langsung diadakan pemilu, pemilu untuk menentukan wakil rakyat dan pejabat2 pemerintah yang baru (dengan demikian, akan tercipta struktur yang benar-benar baru) dan bukan hanya membiarkan kekuasaan Pak Harto berpindah tangan ke wakil presiden saat itu, B.J. Habibie. Itu sama saja dikatakan dengan penerusan kekuasaan Suharto oleh bawahannya. Tapi meskipun tujuan reformasi tidak tercapai dengan sempurna, buatku peristiwa itu adalah suatu kebangkitan yang luar biasa untuk melawan rezim orde baru.

Sekarang, seratus tahun sudah sejak hari kebangkitan nasional dan 10 tahun setelah turunnya Pak Harto. Apakah aku telah merasakan kebangkitan di rakyat Indonesia? Bagiku pribadi, aku tidak merasakan adanya kebangkitan. Kok bisa? Buatku, efek orde baru masih terasa di sebagian besar rakyat Indonesia. Yup, rakyat terlalu dimanja oleh pemerintahan orde baru sehingga meskipun reformasi telah terjadi, mental-mental orde baru masih ada. Mungkin kita harus mengadakan gerakan reformasi lagi yang berarti bakal ada pahlawan reformasi lagi demi terciptanya negara yang ideal. Jika memang kita telah siap dengan reformasi, kita mestinya sudah bisa mandiri dan tidak mau dimanja lagi. Dari pemberitaan di teletipi alias tipi-tipi, banyak demo menentang kenaikan BBM di hari kebangkitan nasional yang mengatasnamakan demi kebangkitan nasional. Well, menurutku kalau memang pengen bangkit, mestinya kita tidak melakukan itu. Itu sama saja dengan mental-mental manja bentukan orde baru. Kenaikan harga BBM sendiri adalah juga demi kelangsungan negara kita.

Kalau memang ingin reformasi ini benar-benar terasa perubahannya, mari kita singkirkan dulu sikap manja kita. Di hari Kebangkitan Nasional ini kita harus bangkit. Bangkit dari apa? Apa yang mestinya kita lakukan? Kita harus bangkit dari sikap manja yang membelenggu kita, kita jadikan momen hari Kebangkitan Nasional ini sebagai momen untuk menjadikan kita lebih mandiri. Bangkit lah, Indonesiaku!! (o^_^o)v

Rabu, 21 Mei 2008

Antri BBM

19 Mei 2008, kira-kira jama 7 malam. Aku on the way ke kampus buat lembur (busyet dach, ngapain malem-malem lembur di kampus?!). Tapi ya begitu lah nasib mahasiswa yang kebagian tugas buat bikin server pake CentOS, udah resiko lembur apa lagi kalau dikejar-kejar deadline. Di tengah perjalananku yang pelan-pelan dan kunikmati, aku mampir di pom bensin Bukit Sari. Buat isi bensin lah, masa buat makan. Hohoho, lumrahnya, dari rumah ke kampusku yang terpencil itu butuh waktu paling lama (kalau pelan-pelan sambil menikmati jalan) tu kira-kira 15 menit. Kalau ngebut, 7 menit lah maximal.

Selama ngantri isi bensin, busyet, lebih lama daripada waktu perjalanku ke kampus…Hwarakadah. Apa gara-gara harga BBM di Indonesia mau dinaikin ya? Jadi orang-orang pada berbondong-bondong ke pom bensin sekarang biar bisa dapet BBM dengan harga lama alias harga sebelum dinaikkan? Melihat efek yang terjadi seperti itu, aku jadi teringat tentang pemberitaan-pemberitaan di tipi-tipi.

Di koran dan tipi-tipi, banyak pemberitaan tentang harga BBM yang bakal naik. Hmm, menurutku bagus juga kalau naik, sebab menurutku orang2 Indonesia itu terlalu dimanja dengan pemerintahan orde baru. Tapi ku akui, kalau dulu pemerintahan orde baru tidak melakukan itu, sekarang mungkin negara kita kita gak bakal bisa segede ini. Tapi sekarang dilemanya, BBM harus naik demi mengimbangi APBN dan demi kemajuan negeri ini sendiri. Padahal kalau ditelusuri, negara kita itu termasuk ke dalam kategori negara yang terlambat menaikkan harga BBM. (O_o)

Jadi, siapa yang bisa disalahkan kalau di mana-mana terjadi demo menentang kenaikan BBM? Mari kita bertanya pada diri kita sendiri. Apakah salah pemerintah atau salah kita? Pemerintah bisa disalahkan bisa juga tidak. Menilik pada sejarah orde baru, BBM disubsidi pemerintah sampai semurah-murahnya. Hal itu dilakukan agar perkembangan ekonomi rakyat Indonesia (pada masa itu) bisa terus maju dan berkembang. Tapi, efek samping dari itu baru terasa saat ini. Rakyat saat ini dibebani dengan hutang masa lalu negara yang bertumpuk dan mengakibatkan APBN saat ini goyah.

Lalu, apakah kita juga salah kalau memprotes kenaikan BBM? Coba kita lihat ke diri kita masing-masing, apakah akibat yang terjadi pada diri kita akibat terlalu dimanja oleh orde baru? Kita jadi terbiasa untuk santai dan bahkan kita jadi marah ketika pemerintah berusaha untuk menstabilkan kondisi di negara ini dengan menaikkan BBM. Sebenarnya, kita harus menyikapi kenaikan BBM dengan bijak, toh itu juga demi kebaikan kita bersama. Karena kita sudah terbiasa dimanja, kita jadi kesulitan ketika kita harus mandiri tanpa menggantungkan pemerintah. Naiknya BBM adalah demi kebaikan kita bersama, agar APBN mampu berjalan seimbang dan pembangunan negeri kita tercinta ini bisa berjalan lancar. Amin. =)

Kalau aku, aku percaya dengan pemerintah bahwa pemerintah bisa mengembalikan stabilitas ekonomi meski pun aku sendiri juga secara tidak langsung nantinya bakal jadi korban dari kenaikan harga BBM yang berarti aku mau tidak mau harus mengatur pengeluaranku. Jadi, aku menyikapinya dengan cara paling sederhana, yaitu menabung. Biarlah BBM naik, toh itu juga demi kebaikan kita. Kita itu terlalu dimanja pemerintah, jadi aku menganggap itu sebagai suatu parodi ketika rakyat pada demo. Hwehe, coba direnungkan baik-baik hikmah dari kenaikan harga BBM ini. Apakah kita memang terlalu dimanja dulunya oleh pemerintah atau memang pemerintah yang sudah salah dari dulunya?

Well, itu lah situasi yang sedang terjadi pada negari kita dan aku pun harus antri lama buat beli bensin 15000. Setelah aku isi bensin, aku pun segera ke kampus (itung-itung off-road malem-malem, wkwkwk). Sampai kampus, yang ada juga kopyor semua ni pikiran, fang sing sing…Piye carane nggawe server???!!!! F^^#%*&AD **

Dibayari Pak Kawi

18 Mei 2008, aku makan malam dengan keluarga besar papaku. Keluarga pakdeku (Pakde Nur Sasongko) datang dari Yogya dan mau pulang malamnya, jadi ortuku berinisiatif buat ngajak dinner sebelum mereka pulang ke Jogja. Ortu bertanya padaku,”Mau dinner di mana? ”. ”Rumah makan Ikan Bakar Cianjur”,jawabku.

Sampai di sana jam 7 malam, kami pun segera memesan makanan. Setelah selesai memesan makanan, papaku kemudian melihat-lihat sebentar dan melihat ada Pak Sukawi Sutarip, walikota Semarang yang sekarang sedang mencalonkan diri buat jadi Gubernur Jawa Tengah, duduk di meja belakang. Papaku kemudian menyapa Pak Kawi. Bisa dibilang kalau papaku tu semacam rekan kerja karena papaku sering terlibat dengan bagian kehumasan berbagai instansi pemerintah.

Bersamaan dengan selesainya kami makan, Pak Kawi pun juga sudah selesai menyatap hidangan makan malamnya. Setelah selesai makan, kami pun hendak membayar tagihan di kasir. Sesaat sebelum membayar, papaku bercengkerama sebentar dengan Pak Kawi, biasa lah, percakapan “say hai”. Pas mau bayar, ternyata aku dan sekeluarga (besar) dibayari sama Pak Kawi. Hweleh, beneran nie? Gak nyangka kalau kita bakal dibyari. Hohoho.

Tapi aku kemudian teringat dengan Pilkada alias pemilihan kepala daerah. Aku yakin Pak Kawi mbayari kita karena dia secara gak langsung pengen kita nyoblos beliau saat pemilihan Gubernur Jawa tengah nantinya. Biasa lah, strategi politik (pake “pelicin”). Tapi kejadian ini benar-benar membuatku geli. Hwehehe, Pak Kawi gak tau kalau sebenernya papaku adalah tim sukses buat Bambang Sadono, saingan Pak Kawi di Pilkada nanti dan mamaku juga tim sukses Bibit-Rustri. Wkwkwk, terkadang parodi yang terjadi memang lucu tapi bisa dibilang “menyedihkan” di lain pihak. Meski pun demikian, berbagai cara ditempuh oleh semua calon buat ngedapetin suara tanpa memperhatikan parodi yang terjadi di situ. Hohoho, sukses aja lah buat semua calon, menang kalah sama saja asalkan selalu memberikan yang terbaik demi negeri ini. =)

Selesai dinner, aku kebagian tugas buat nganter keluarga pakdeku ke agen bus Joglosemar di Srondol. Well, hati-hati di jalan,pakde. Kapan-kapan maen ke Semarang lagi ya. =)

Kamis, 15 Mei 2008

Welcome 2 my bLog

Yippie, akhirnya kesampaian juga buat bikin blog. (^^.)
Dengan banyaknya kegiatanku (kuliah, ngeband, baca buku, nongkrong-nongkrong gak penting, makan, bobo, dsb), I feel so great when i made it. (o^.^o)