Lehman Brothers Holdings Inc., bank investasi terbesar ke-4 di Amerika Serikat (AS) mengalami kebangkrutan. Kebangkrutan bank investasi tersebut mampu menyentuh secara menyeluruh sektor keuangan AS. Menteri Keuangan AS, Henry Paulson menyatakan bahwa AS saat ini berada dalam krisis keuangan dan menegaskan bahwa pemerintah tidak akan terlibat dalam penyelesaian kredit bermasalah Lehman (14/9). Apakah Lehman itu? Kenapa kebangkrutan Lehman mampu membuat AS berada dalam krisis keuangan?
Lehman Brothers Holdings Inc.
Nama Lehman mengingatkanku pada nama kiper dari Jerman yang pernah bermain untuk klub favoritku, Arsenal, yaitu Jens Lehmann. Benar, nama Lehman adalah nama orang Jerman. Lehman Brothers adalah sebuah perusahaan yang didirikan oleh 3 orang bersaudara dari Jerman bernama Henry, Emanuel, & Mayer Lehman yang tinggal di AS. Pada tahun 1844, Henry Lehman, seorang imigran dari Jerman membuka sebuah toko kecil di kota Montgomery, Alabama. 6 tahun kemudian, dia bergabung dengan saudaranya, Emanuel & Mayer, dan mereka pun menamakan bisnis keluarga itu dengan nama Lehman Brothers.
Pada tahun 1850, mereka bertiga membentuk sebuah firma. Kemudian pada tahun 1858, Lehman Brothers mulai membuat pondasi awal perusahaan dengan terjun di bisnis katun dan membuka sebuah kantor di New York, kota pusat bisnis di AS. Seiiring dengan waktu, aset dan modal mereka semakin bertambah dan Lehman Brothers pun mulai melebarkan sayap ke berbagai bidang usaha termasuk sektor investasi. Lehman Brothers pun tumbuh menjadi sebuah bank investasi dan bisnis katun pun dialihkan ke anak perusahaannya.
Efek Kebangkrutan Lehman
Sudah lebih dari 150 tahun sejak awal berdirinya dan Lehman mampu menjadi kekuatan besar di dalam ekonomi AS. Sebagai bank investasi ke-4 terbesar di AS, Lehman memiliki peranan penting bagi AS. Akan tetapi, Lehman Brother mengalami kebangkrutan karena dililit oleh kredit macet perumahan senilai 60 miliar dollar AS (!). Akibat kebangkrutan Lehman tersebut, nilai saham yang ditutup di bursa Wall Street, New York melemah akibat adanya keprihatinan baru pasar terhadap keguncangan stabilitas Lehman Brothers yang dikhawatirkan dapat menyentuh secara menyeluruh sektor keuangan AS. Setiap indeks terkemuka di Wall Street anjlok hingga lebih dari 2 persen. Indeks industrial Dow Jones turun hampir 300 poin atau 2,43 persen dan menjadi 11.230,73. Indeks Standard & Poor’s 500 turun 3,41 persen menjadi 1.224,51 dan indeks gabungan Nasdaq turun 2,64 persen menjadi 2.209,81.
Di saat meredupnya prospek Lehman Brothers, sejumlah bank asing dan AS menggalang kekuatan untuk membentuk sistem keuangan global yang ditujukan guna menangkal kemungkinan bangkrutnya bank investasi nomor 4 di AS itu. Perwakilan sejumlah bank itu terlibat perundingan intensif untuk menciptakan dana talangan senilai 50 miliar dollar AS untuk memberikan kredit bagi sejumlah perusahaan keuangan yang bermasalah.
Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral AS (The Fed) berencana mengumumkan kesiapan mereka bersikap lunak dalam menawarkan program kredit darurat bagi bank investasi dan komersial. Rencana ini mengemuka pada saat sejumlah pejabat terkemuka AS dan eksekutif Wall Street terlibat serangkaian perundingan yang tak membuahkan hasil guna menyelamatkan Lehman Brothers dari kebangkrutan. Perundingan tersebut ditujukan untuk menawarkan saham Lehman secara sebagian atau keseluruhan. Perundingan ini menjadi alot setelah peminat saham potensial Lehman bersikeras menginginkan dukungan yang serupa diterima oleh Bear Stearns Cos. Maret lalu saat JP Morgan Chase & Co. membeli saham perusahaan sekuritas itu seharga 29 miliar dollar AS dengan dukungan kredit The Fed.
Investor semula menaruh harapan pada sektor keuangan AS setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan mengambil alih perusahaan kredit rumah terkemuka Fannie Mae and Fannie Mac sebagai upaya menggairahkan pasar kredit rumah yang terlilit masalah. Namun, kekhawatiran kembali timbul setelah saham bank investasi nomor 4 di AS, Lehman, turun hingga separuh nilainya Selasa (09/09) setelah bank tersebut mengalami kesulitan mencari sumber modal dana segar. Ekspektasi terhadap kelanjutan usaha Lehman yang telah berusia 158 tahun pun memudar pada hari Minggu (14/9) setelah Barclays PLC membatalkan rencana membeli saham bank investasi tersebut.
Sementara itu, mantan Ketua Federal Reserve Alan Greenspan, menyatakan akan ada lagi perusahaan-perusahaan finansial yang ambruk menjadi korban krisis keuangan AS. "Hal itu akan terus berlangsung sampai harga rumah di AS kembali stabil, mungkin tahun depan," katanya. Dikatakan Greenspan, Pemerintah AS menghadapi pilihan yang sulit untuk menolong Lehman Brothers tanpa menggunakan uang rakyat. "Mereka (pemerintah) harus membuat sebuah keputusan yang penting, apakah itu melikuidasinya atau mendukungnya. Dan hal itu merupakan keputusan yang sulit," katanya. Akan tetapi, Greenspan tidak memiliki informasi yang cukup teantang apa yang terjadi sehingga ia pun tidak bias memberikan rekomendasi apa yang harus dilakukan oleh Pemerintahan Bush.
Dari Berbagai Sumber.
Lehman Brothers Holdings Inc.
Nama Lehman mengingatkanku pada nama kiper dari Jerman yang pernah bermain untuk klub favoritku, Arsenal, yaitu Jens Lehmann. Benar, nama Lehman adalah nama orang Jerman. Lehman Brothers adalah sebuah perusahaan yang didirikan oleh 3 orang bersaudara dari Jerman bernama Henry, Emanuel, & Mayer Lehman yang tinggal di AS. Pada tahun 1844, Henry Lehman, seorang imigran dari Jerman membuka sebuah toko kecil di kota Montgomery, Alabama. 6 tahun kemudian, dia bergabung dengan saudaranya, Emanuel & Mayer, dan mereka pun menamakan bisnis keluarga itu dengan nama Lehman Brothers.
Pada tahun 1850, mereka bertiga membentuk sebuah firma. Kemudian pada tahun 1858, Lehman Brothers mulai membuat pondasi awal perusahaan dengan terjun di bisnis katun dan membuka sebuah kantor di New York, kota pusat bisnis di AS. Seiiring dengan waktu, aset dan modal mereka semakin bertambah dan Lehman Brothers pun mulai melebarkan sayap ke berbagai bidang usaha termasuk sektor investasi. Lehman Brothers pun tumbuh menjadi sebuah bank investasi dan bisnis katun pun dialihkan ke anak perusahaannya.
Efek Kebangkrutan Lehman
Sudah lebih dari 150 tahun sejak awal berdirinya dan Lehman mampu menjadi kekuatan besar di dalam ekonomi AS. Sebagai bank investasi ke-4 terbesar di AS, Lehman memiliki peranan penting bagi AS. Akan tetapi, Lehman Brother mengalami kebangkrutan karena dililit oleh kredit macet perumahan senilai 60 miliar dollar AS (!). Akibat kebangkrutan Lehman tersebut, nilai saham yang ditutup di bursa Wall Street, New York melemah akibat adanya keprihatinan baru pasar terhadap keguncangan stabilitas Lehman Brothers yang dikhawatirkan dapat menyentuh secara menyeluruh sektor keuangan AS. Setiap indeks terkemuka di Wall Street anjlok hingga lebih dari 2 persen. Indeks industrial Dow Jones turun hampir 300 poin atau 2,43 persen dan menjadi 11.230,73. Indeks Standard & Poor’s 500 turun 3,41 persen menjadi 1.224,51 dan indeks gabungan Nasdaq turun 2,64 persen menjadi 2.209,81.
Di saat meredupnya prospek Lehman Brothers, sejumlah bank asing dan AS menggalang kekuatan untuk membentuk sistem keuangan global yang ditujukan guna menangkal kemungkinan bangkrutnya bank investasi nomor 4 di AS itu. Perwakilan sejumlah bank itu terlibat perundingan intensif untuk menciptakan dana talangan senilai 50 miliar dollar AS untuk memberikan kredit bagi sejumlah perusahaan keuangan yang bermasalah.
Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral AS (The Fed) berencana mengumumkan kesiapan mereka bersikap lunak dalam menawarkan program kredit darurat bagi bank investasi dan komersial. Rencana ini mengemuka pada saat sejumlah pejabat terkemuka AS dan eksekutif Wall Street terlibat serangkaian perundingan yang tak membuahkan hasil guna menyelamatkan Lehman Brothers dari kebangkrutan. Perundingan tersebut ditujukan untuk menawarkan saham Lehman secara sebagian atau keseluruhan. Perundingan ini menjadi alot setelah peminat saham potensial Lehman bersikeras menginginkan dukungan yang serupa diterima oleh Bear Stearns Cos. Maret lalu saat JP Morgan Chase & Co. membeli saham perusahaan sekuritas itu seharga 29 miliar dollar AS dengan dukungan kredit The Fed.
Investor semula menaruh harapan pada sektor keuangan AS setelah Departemen Keuangan AS mengumumkan akan mengambil alih perusahaan kredit rumah terkemuka Fannie Mae and Fannie Mac sebagai upaya menggairahkan pasar kredit rumah yang terlilit masalah. Namun, kekhawatiran kembali timbul setelah saham bank investasi nomor 4 di AS, Lehman, turun hingga separuh nilainya Selasa (09/09) setelah bank tersebut mengalami kesulitan mencari sumber modal dana segar. Ekspektasi terhadap kelanjutan usaha Lehman yang telah berusia 158 tahun pun memudar pada hari Minggu (14/9) setelah Barclays PLC membatalkan rencana membeli saham bank investasi tersebut.
Sementara itu, mantan Ketua Federal Reserve Alan Greenspan, menyatakan akan ada lagi perusahaan-perusahaan finansial yang ambruk menjadi korban krisis keuangan AS. "Hal itu akan terus berlangsung sampai harga rumah di AS kembali stabil, mungkin tahun depan," katanya. Dikatakan Greenspan, Pemerintah AS menghadapi pilihan yang sulit untuk menolong Lehman Brothers tanpa menggunakan uang rakyat. "Mereka (pemerintah) harus membuat sebuah keputusan yang penting, apakah itu melikuidasinya atau mendukungnya. Dan hal itu merupakan keputusan yang sulit," katanya. Akan tetapi, Greenspan tidak memiliki informasi yang cukup teantang apa yang terjadi sehingga ia pun tidak bias memberikan rekomendasi apa yang harus dilakukan oleh Pemerintahan Bush.
Dari Berbagai Sumber.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar