Bulan Ramadhan telah tiba. Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan. =)
Ramadhan kali ini, terasa berbeda jika dibandingkan dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya. Kenapa? Karena ramadhan kali ini terjadi di saat harga BBM sedang mahal-mahalnya, Rp 6.000,00 per liter. Hal tersebut menjadikan semakin banyak orang-orang yang tidak mampu di Indonesia. Dengan adanya momen bulan Ramadhan dan semakin banyaknya orang tidak mampu di Indonesia, menjadikan bulan Ramadhan kali ini sebagai momen yang tepat untuk beramal dan mencari pahala sebanyak-banyaknya. Semakin banyak amal, semakin banyak pahala yang didapat. Karena itu lah, banyak orang yang beramal tak terkecuali keluarga H. Saikhon di Pasuruan, Jawa Timur.
Setiap tanggal 15 Ramadhan, terhitung sejak tahun 1980, keluarga H. Saikhon selalu memberikan zakat kepada orang-orang tidak mampu yang datang ke rumahnya. Akan tetapi, pembagian zakat kali ini berakhir tragis, 21 orang meninggal saat pembagian zakat! Kebanyakan dari mereka meninggal karena kekurangan oksigen dan berdesak-desakan. Demi Rp 30.000,00, mereka rela antri meskipun nyawa menjadi taruhannya. Jumlah orang yang datang tahun ini sebanyak 5.000 orang, dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah orang tidak mampu semakin bertambah karena kenaikan harga BBM.
Pembagian zakat yang berakhir tragis itu pun hampir sama dengan tewasnya beberapa orang pada saat mengantri BLT alias Bantuan Langsung Tunai. Karena banyaknya korban jiwa pada saat pengambilan BLT, aku menyebut BLT dengan “Bantuan Langsung Tewas”. Aku sering miris dengan kondisi tersebut. Orang miskin buat makan saja susah, belum lagi mereka harus mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan sejumlah uang guna menyambung hidup.
Pembagian zakat yang dilakukan oleh H. Saikhon benar-benar di luar perkiraan. Pada saat pembagian zakat tersebut, sekitar 5.000 orang datang dan semuanya berkumpul menjadi satu, sehingga sudah dapat dipastikan bahwa desak-desakan pun tak terhindarkan. Meskipun banyak aparat kepolisian yang dikerahkan, jumlah tersebut tidak dapat mengatur jumlah orang yang datang karena tanpa diduga jumlah orang yang datang meningkat dua kali lipat dari tahun kemarin. Alhasil, desak-desakan yang parah terjadi dan suplai oksigen pun berkurang sehingga korban jatuh pun tak dapat dihindari lagi. Meski pun demikian, penyebab jatuhnya korban bukan lah murni kesalahan dari pihak panitia. Kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk antri juga berpartisipasi menyumbangkan korban jiwa. Kebanyakan masyarakat kelas bawah kurang memiliki kesadaran untuk disiplin. Penyebab mengapa masyarakat kelas bawah kurang memiliki kesadaran untuk disiplin adalah rendahnya tingkat kecerdasan yang dimiliki. Kemiskinan merupakan penyebab utama dari rendahnya tingkat kecerdasan mereka karena
Inul Daratista dan Zakat
Pada saat kejadian itu, Inul daratista tengah ada di tempat kelahirannya di Pasuruan untuk membagikan zakat. Ratu goyang ngebor itu merasakan kepedihan yang mendalam setelah mengetahui peristiwa yang terjadi. Yang disesalkan oleh Inul adalah mengapa pembagian zakat bisa sampai jatuh korban jiwa? Inul menilai bahwa cara H. Saikhon untuk membagikan zakat adalah salah. Jika memang ingin beramal, kenapa sampai harus sampai promo melalui radio-radio? Menurut para tetangga, H. Saikhon terkenal sombong & pelit. Jadi bisa saja promo melalui radio dilakukan supaya nama keluarga mereka terangkat karena pada dasarnya mereka adalah orang yang sombong & pelit.
Inul pun mengatakan bahwa jika semestinya memang ingin beramal, tidak usah sampai promo besar-besaran dan biar kan nama kita tidak diketahui oleh orang lain. Inul juga menyarankan, jika ingin beramal lebih baik disalurkan kepada yayasan yang lebih kompeten atau disalurkan kepada panti-panti yang membutuhkan.
Zakat merupakan salah satu amal yang dianjurkan di dalam agama Islam. Untuk itu lah, banyak kaum muslim yang melakukan zakat di bulan ramadhan karena semua amal ibadah di bulan Ramadhan akan dilipat gandakan pahalanya. Untuk itu, beramal lah sebanyak mungkin. Jika sampai melibatkan banyak orang dalam pembagian zakatnya, jangan sampai kejadian di Pasuruan terulang lagi. Selain diperlukan pengorganisiran yang baik, kebudayaan antri juga sudah harus menjadi bagian dari diri kita.
Ramadhan kali ini, terasa berbeda jika dibandingkan dengan ramadhan-ramadhan sebelumnya. Kenapa? Karena ramadhan kali ini terjadi di saat harga BBM sedang mahal-mahalnya, Rp 6.000,00 per liter. Hal tersebut menjadikan semakin banyak orang-orang yang tidak mampu di Indonesia. Dengan adanya momen bulan Ramadhan dan semakin banyaknya orang tidak mampu di Indonesia, menjadikan bulan Ramadhan kali ini sebagai momen yang tepat untuk beramal dan mencari pahala sebanyak-banyaknya. Semakin banyak amal, semakin banyak pahala yang didapat. Karena itu lah, banyak orang yang beramal tak terkecuali keluarga H. Saikhon di Pasuruan, Jawa Timur.
Setiap tanggal 15 Ramadhan, terhitung sejak tahun 1980, keluarga H. Saikhon selalu memberikan zakat kepada orang-orang tidak mampu yang datang ke rumahnya. Akan tetapi, pembagian zakat kali ini berakhir tragis, 21 orang meninggal saat pembagian zakat! Kebanyakan dari mereka meninggal karena kekurangan oksigen dan berdesak-desakan. Demi Rp 30.000,00, mereka rela antri meskipun nyawa menjadi taruhannya. Jumlah orang yang datang tahun ini sebanyak 5.000 orang, dua kali lipat dari tahun sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa jumlah orang tidak mampu semakin bertambah karena kenaikan harga BBM.
Pembagian zakat yang berakhir tragis itu pun hampir sama dengan tewasnya beberapa orang pada saat mengantri BLT alias Bantuan Langsung Tunai. Karena banyaknya korban jiwa pada saat pengambilan BLT, aku menyebut BLT dengan “Bantuan Langsung Tewas”. Aku sering miris dengan kondisi tersebut. Orang miskin buat makan saja susah, belum lagi mereka harus mempertaruhkan nyawa untuk mendapatkan sejumlah uang guna menyambung hidup.
Pembagian zakat yang dilakukan oleh H. Saikhon benar-benar di luar perkiraan. Pada saat pembagian zakat tersebut, sekitar 5.000 orang datang dan semuanya berkumpul menjadi satu, sehingga sudah dapat dipastikan bahwa desak-desakan pun tak terhindarkan. Meskipun banyak aparat kepolisian yang dikerahkan, jumlah tersebut tidak dapat mengatur jumlah orang yang datang karena tanpa diduga jumlah orang yang datang meningkat dua kali lipat dari tahun kemarin. Alhasil, desak-desakan yang parah terjadi dan suplai oksigen pun berkurang sehingga korban jatuh pun tak dapat dihindari lagi. Meski pun demikian, penyebab jatuhnya korban bukan lah murni kesalahan dari pihak panitia. Kurangnya kesadaran masyarakat Indonesia untuk antri juga berpartisipasi menyumbangkan korban jiwa. Kebanyakan masyarakat kelas bawah kurang memiliki kesadaran untuk disiplin. Penyebab mengapa masyarakat kelas bawah kurang memiliki kesadaran untuk disiplin adalah rendahnya tingkat kecerdasan yang dimiliki. Kemiskinan merupakan penyebab utama dari rendahnya tingkat kecerdasan mereka karena
- Kemiskinan menyebabkan mereka tidak mampu untuk membeli makanan dengan asupan gizi yang baik sehingga berakibat pada buruknya perkembangan sel-sel tubuh terutama sel otak.
- Kemiskinan menyulitkan mereka untuk memperoleh pendidikan yang layak sehingga tingkat kecerdasan mereka di bawah standar.
Inul Daratista dan Zakat
Pada saat kejadian itu, Inul daratista tengah ada di tempat kelahirannya di Pasuruan untuk membagikan zakat. Ratu goyang ngebor itu merasakan kepedihan yang mendalam setelah mengetahui peristiwa yang terjadi. Yang disesalkan oleh Inul adalah mengapa pembagian zakat bisa sampai jatuh korban jiwa? Inul menilai bahwa cara H. Saikhon untuk membagikan zakat adalah salah. Jika memang ingin beramal, kenapa sampai harus sampai promo melalui radio-radio? Menurut para tetangga, H. Saikhon terkenal sombong & pelit. Jadi bisa saja promo melalui radio dilakukan supaya nama keluarga mereka terangkat karena pada dasarnya mereka adalah orang yang sombong & pelit.
Inul pun mengatakan bahwa jika semestinya memang ingin beramal, tidak usah sampai promo besar-besaran dan biar kan nama kita tidak diketahui oleh orang lain. Inul juga menyarankan, jika ingin beramal lebih baik disalurkan kepada yayasan yang lebih kompeten atau disalurkan kepada panti-panti yang membutuhkan.
Zakat merupakan salah satu amal yang dianjurkan di dalam agama Islam. Untuk itu lah, banyak kaum muslim yang melakukan zakat di bulan ramadhan karena semua amal ibadah di bulan Ramadhan akan dilipat gandakan pahalanya. Untuk itu, beramal lah sebanyak mungkin. Jika sampai melibatkan banyak orang dalam pembagian zakatnya, jangan sampai kejadian di Pasuruan terulang lagi. Selain diperlukan pengorganisiran yang baik, kebudayaan antri juga sudah harus menjadi bagian dari diri kita.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar