Sabtu, 18 Juli 2009

Penampakan di Lawang Sewu

Lawang Sewu, sebuah nama yang sering terdengar di telinga kita. Lawang Sewu adalah sebuah gedung obyek wisata yang cukup terkenal di Semarang. Lawang Sewu artinya seribu pintu. Kenapa bisa diesebut demikian? Jumlah pintu yang ada di gedung tersebut sangat banyak sehingga oleh masyarakat Semarang disebut dengan Lawang Sewu.

Sejarah Lawang Sewu

Lawang Sewu merupakan sebuah gedung di Semarang, Jawa Tengah yang merupakan kantor dari Nederlands-Indische Spoorweg Maatschappij atau NIS. Dibangun pada tahun 1903 dan selesai pada tahun 1907. Terletak di bundaran Tugu Muda yang dahulu disebut Wilhelmina Plein.

Bangunan kuno dan megah berlantai dua ini setelah kemerdekaan dipakai sebagai kantor Jawatan Kereta Api Indonesia (DKARI) atau sekarang PT Kereta Api Indonesia. Selain itu pernah dipakai sebagai Kantor Badan Prasarana Komando Daerah Militer (Kodam IV/Diponegoro) dan Kantor Wilayah (Kanwil) Departemen Perhubungan Jawa Tengah. Pada masa perjuangan gedung ini memiliki catatan sejarah tersendiri yaitu ketika berlangsung peristiwa Pertempuran lima hari di Semarang (14 Oktober - 19 Oktober 1945) di gedung tua ini menjadi lokasi pertempuran yang hebat antara pemuda AMKA atau Angkatan Muda Kereta Api melawan Kempetai dan Kidobutai, Jepang. Maka dari itu Pemerintah Kota Semarang dengan SK Wali Kota 650/50/1992, memasukan Lawang Sewu sebagai salah satu dari 102 bangunan kuno atau bersejarah di Kota Semarang yang patut dilindungi. Saat ini bangunan yang berusia 100 tahun tersebut kosong dan bereputasi buruk sebagai bangunan angker dan seram.

Perjalananku di Lawang Sewu

Pada hari Kamis malam, tanggal 16 Juli 2009 atau lebih tepatnya malam Jumat, aku menemani pacarku berkumpul dengan teman-teman KKN-nya, reuni di sebuah rumah makan di Semarang. Setelah makan malam, mereka kemudian memutuskan untuk berjalan-jalan di Lawang Sewu. Setelah sampai sana, kita pun memutuskan untuk tur malam di dalam lawang sewu. Tur dimulai pukul 21.00 WIB dan rombongan tur terdiri atas 10 orang dan 2 orang guide yang memandu kami. Guide utama bernama Pak Min dan menurutku dia adalah guide yang bagus karena dia benar-benar menceritakan sejarah dari tiap detil Lawang Sewu.

Banyak cerita mistis tentang Lawang Sewu dan membuat orang-orang takut untuk masuk ke dalamnya pada malam hari. Masih ingat dengan acara uji nyali Harry Panca? Di situ, kita benar-benar melihat penampakan sesosok wanita Belanda yang muncul dengan tiba-tiba di hadapan peserta uji nyali dan hal itu membuat peserta langsung menyerah. Malam itu, aku benar-benar meilhat penampakan yang ada di Lawang Sewu dan tertangkap kamera!

Di dalam Lawang Sewu, suasana angker dan seram begitu terasa dengan tiada pencahayaan yang menyala dan cerita-cerita keangkeran Lawang Sewu. Hanya ada lampu senter dari Pak Min. Sesampainya kita di lantai 2, tepat di tengah-tengah pertemuan sayap utara dan sayap timur, rombongan diminta oleh Pak Min untuk berhenti sejenak, berkumpul menjadi 1 dan diminta untuk tetap tenang karena ada yang aneh. Pak Min melihat sejenak ke lorong di sayap utara dan aku pun juga melihat ke arah yang sama.

Lorong Utara

Sekilas, aku melihat sesosok anak kecil di pojok lorong. Tidak semua anggota rombongan bisa melihatnya. Sosok itu terlihat seperti anak kecil karena ada jauh di ujung lorong. Pak Min kemudian meminjam kamera yang kubawa dan kemudian memotretnya. Sungguh tak terkira, penampakan itu tertangkap kamera! Di gambar itu, ada sosok lain yang tertangkap selain sosok anak kecil, sosok yang tertangkap itu berupa tengkorak yang terlihat samar.

Gambar tersebut adalah gambar zoom dari foto lorong utara. Bisakah Anda melihat gigi, tulang hidung dan 2 bola mata yang ada di dalam lingkaran sebelah kiri? Di sebelah kanan, terdapat sosok anak kecil yang aku lihat. Selang beberapa saat, Pak Min mengajakku untuk mengejar anak kecil yang lari tersebut. Kami berdua mengejarnya dan berhenti di samping kaca besar yang ada di tengah ruangan. Pak Min menyalakan senternya dan kemudian aku terbelalak dengan apa yang ada di depan mataku! Sosok gadis Belanda dengan rambut panjang terurai ke depan! Aku pun langsung memotretnya dan setelah itu aku pun bergabung kembali dengan rombongan.

Bisakah Anda melihat sosok berambut panjang tersebut? Itu adalah sosok wanita Belanda yang bernama Elien atau sebutan Belandanya Nonik Elien. Dia adalah anak dari pemimpin perusahaan kereta api yang berkantor di Lawang Sewu. Elien bunuh diri dengan cara melompat dari kamarnya di lantai 2 karena masalah asmara. Elien jatuh dengan posisi kepala jatuh terlebih dahulu sehingga langsung tewas di tempat.

Bisa kah Anda Melihat Wajahnya?

Sungguh tak kusangka bisa menangkap gambar penampakan di Lawang Sewu, sungguh malam yang tak akan kulupakan. Sangat disayangkan, rombongan saat itu tidak masuk ke penjara bawah tanah karena ada anggota yang tidak bisa pulang terlalu malam. Mungkin next time aku bakal tur ke penjara bawah tanah Lawang Sewu pas malam Jumat, ada yang berminat mau ikut tur bersamaku? :-)

Pesan Bagi yang Ingin ke Sana

Jika nanti ada yang ingin berwisata ke Lawang Sewu, ada 2 saran utama bagiku, yaitu:

1. Tidak meludah sembarangan

2. Tidak sombong dengan menantang para lelembut yang ada

Selamat berwisata malam hari di Lawang Sewu, jangan lupa kunjungi juga penjara bawah tanahnya :-)

Ikhlas

Ikhlas adalah sebuah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sebuah kata sederhana yang menurutku memiliki suatu kekuatan besar, baik itu bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Kekuatan besar? Kekuatan seperti apakah itu sampai bisa kukatakan besar?

Sering sekali kita mendengar nasehat untuk ikhlas dalam melakukan sesuatu, dalam segala hal. Meskipun kita sering mendengarnya, kita juga sering melewatkannya begitu saja. Hal itu bisa diartikan sebagai masuk telinga kanan, keluar telinga kiri alias berlalu begitu saja tanpa ada perhatian. Seandainya saja kita meresapi 1 kata tersebut, kekuatan “besar” itu akan datang dengan sendirinya dan akan menjadikan kehidupan kita lebih bermakna. Kekuatan besar itu adalah kekuatan tersembunyi di dalam diri kita yang akan muncul ketika kita berusaha untuk ikhlas.

Arti kata ikhlas secara sederhana adalah menjalankan sesuatu secara tulus dari dalam lubuk hati kita tanpa mengharapkan adanya balas jasa. Sering sekali kita temui orang-orang yang meminta imbalan ketika orang lain meminta tolong kepadanya. Atau mungkin ada sebagian dari kita yang melihat orang-orang terdekat kita yang menolong orang lain tanpa meminta imbalan tapi melakukannya dengan setengah-setengah? Mungkin hanya sedikit dari kita yang memiliki kekuatan “besar” karena keikhlasannya, tapi bukan tidak mungkin kita tidak bisa memiliki kekuatan itu.

Aku sendiri merasakan bahwa ikhlas merupakan anugerah terindah dari Tuhan karena ketika kita ikhlas dalam melakukan sesuatu, Tuhan akan memberikan banyak kemudahan bagi kita suatu saat nanti. Kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan memberikan kemudahan itu. Ikhlas itu sama dengan menabung. Jika kita menabung uang, suatu saat nanti kita akan mendapatkan banyak uang di masa yang akan datang. Banyak yang bisa kita dapatkan dengan uang, akan tetapi tidak semua bisa kita dapatkan dengan uang. Dan tanpa kita sadari, yang tidak bisa kita beli dengan uang itu justru kita dapatkan ketika kita ikhlas. Jadi jika kita ikhlas dalam melakukan sesuatu, suatu saat nanti kita akan mendapatkan apa yang tidak bisa dibeli dengan uang.

Pernah ketika itu aku dimintai tolong oleh sebuah grup band beraliran japanese rock untuk mengisi track drum di lagu mereka. Pada saat aku kali pertama bertemu dengan mereka, aku sempat terkejut ketika mengetahui bahwa mereka sama sekali belum pernah punya pengalaman di dunia rekaman, mereka benar-benar mulai dari nol bahkan ada yang baru belajar bermain musik. Pada pertemuan itu juga, mereka memintaku untuk membimbing mereka dan membantu aransemen. Awalnya cukup sulit karena musik mereka belum menyatu tapi aku berusaha untuk menikmati itu semua dan membantu mereka semampuku sampai lagu selesai dimixing. Aku salut dengan mereka. Dalam waktu 1 bulan sejak aku pertama bertemu mereka, mereka telah berhasil menyelesaikan lagu pertama mereka meskipun kami hanya hanya berlatih 3 kali. Mereka memiliki keinginan untuk terus maju dan hal itu terbukti dari hasil rekaman mereka. Mereka yang sebelumnya tidak bisa apa-apa mampu menghasilkan lagu dengan lirik Jepang yang berirama rancak dan ceria. Setelah proses mixing usai, aku melihat keceriaan mereka setelah mereka melalui proses rekaman pertama mereka, aku merasa senang, bahagia, dan bangga dengan mereka. Bagiku, jika aku bisa membuat orang di sekitarku bahagia, aku pun turut bahagia dan kebahagiaan itu tidak bisa kubeli dengan uang. Yang tidak kusangka adalah ternyata keikhlasanku membantu mereka berbuah manis karena sejak peristiwa itu, grup bandku Indrakila memiliki seorang backing vocal yang selalu siap membantu kami rekaman.

Kekuatan

Cerita tersebut di atas adalah suatu kemudahan yang aku dapatkan karena ikhlas membantu mereka. Aku tidak pernah menyangka bahwa keikhlasan itu berbuah manis di masa depan. Aku juga tidak pernah menyangka bahwa aku punya banyak teman di sekitarku. Mereka menyapa dan memanggil namaku ketika mereka melihatku, dan berhubung aku pelupa, aku sering lupa ini namanya siapa ya? Hohoho. Aku bahagia ketika aku menyadari bahwa aku punya banyak teman di sekitarku yang perhatian padaku. Mungkin itu adalah kekuatan yang kuperoleh karena ikhlas dalam membantu orang lain. Kekuatan untuk menjadi bahagia, kekuatan itulah yang akan kita dapatkan jika kita ikhlas.

Bagi kebanyakan orang, berbuat ikhlas tidak lah semudah membalik telapak tangan. Hal itu bisa saja terjadi karena ada perasaan menggampangkan atau pun merasa itu gampang. Ketika aku makan di sebuah warung bakmi, aku menemukan ada banyak kalimat bijak yang ditulis dalam bahasa jawa di balik daftar menunya. Kalimat-kalimat tersebut sengaja dituliskan oleh pemilik warung di setiap daftar menu. Ketika kubaca dan kuresapi setiap kalimat yang ada, kalimat-kalimat tersebut ditujukan kepada kita untuk mengajak dan mengingatkan kita. Mengajak dan mengingatkan dalam hal apa? Salah satu kalimat tersebut berbunyi: Ojo nggampangke utawa rumangsa gampang amarga kuwi asline ora angel (jangan menggampangkan atau merasa gampang karena sebenarnya itu tidak sulit). Kalimat itu mengingatkan kita untuk tidak menggampangkan dalam segala hal, termasuk untuk belajar menjadi ikhlas karena jika bersikap acuh tak acuh dan menggampangkan diri kita untuk berbuat ikhlas, itu bisa menjadi bumerang dengan kita. Coba lah untuk introspeksi, jika kita pernah merasa menggampangkan dalam menolong seseorang, apa yang kita alami setelah itu?

Semua kekuatan itu berasal dari dalam diri kita. Aku yakin, jika kita ikhlas dalam melakukan segala hal, kita pasti memiliki kekuatan untuk menjadikan hidup kita jadi lebih bermakna. Kita tidak akan pernah tahu kapan kebahagiaan ataupun kemudahan itu datang ke kita, jadi menabunglah dari sekarang .

Kamis, 11 Juni 2009

Apa atau Siapa yang Dikeruk??

Akhir-akhir ini aku terlalu banyak kegiatan sampai aku hampir gak sempat buat update blog-ku. Karena itu, aku masih belum bisa berbagi banyak pemikiranku saat ini, jadi untuk saat ini aku ingin berbagi sedikit foto yang aku ambil beberapa saat lalu di sebuah area Kota Lama di Semarang.