Ikhlas adalah sebuah kata yang sudah tidak asing lagi di telinga kita. Sebuah kata sederhana yang menurutku memiliki suatu kekuatan besar, baik itu bagi diri kita sendiri maupun orang lain. Kekuatan besar? Kekuatan seperti apakah itu sampai bisa kukatakan besar?
Sering sekali kita mendengar nasehat untuk ikhlas dalam melakukan sesuatu, dalam segala hal. Meskipun kita sering mendengarnya, kita juga sering melewatkannya begitu saja. Hal itu bisa diartikan sebagai masuk telinga kanan, keluar telinga kiri alias berlalu begitu saja tanpa ada perhatian. Seandainya saja kita meresapi 1 kata tersebut, kekuatan “besar” itu akan datang dengan sendirinya dan akan menjadikan kehidupan kita lebih bermakna. Kekuatan besar itu adalah kekuatan tersembunyi di dalam diri kita yang akan muncul ketika kita berusaha untuk ikhlas.
Arti kata ikhlas secara sederhana adalah menjalankan sesuatu secara tulus dari dalam lubuk hati kita tanpa mengharapkan adanya balas jasa. Sering sekali kita temui orang-orang yang meminta imbalan ketika orang lain meminta tolong kepadanya. Atau mungkin ada sebagian dari kita yang melihat orang-orang terdekat kita yang menolong orang lain tanpa meminta imbalan tapi melakukannya dengan setengah-setengah? Mungkin hanya sedikit dari kita yang memiliki kekuatan “besar” karena keikhlasannya, tapi bukan tidak mungkin kita tidak bisa memiliki kekuatan itu.
Aku sendiri merasakan bahwa ikhlas merupakan anugerah terindah dari Tuhan karena ketika kita ikhlas dalam melakukan sesuatu, Tuhan akan memberikan banyak kemudahan bagi kita suatu saat nanti. Kita tidak akan pernah tahu kapan Tuhan memberikan kemudahan itu. Ikhlas itu sama dengan menabung. Jika kita menabung uang, suatu saat nanti kita akan mendapatkan banyak uang di masa yang akan datang. Banyak yang bisa kita dapatkan dengan uang, akan tetapi tidak semua bisa kita dapatkan dengan uang. Dan tanpa kita sadari, yang tidak bisa kita beli dengan uang itu justru kita dapatkan ketika kita ikhlas. Jadi jika kita ikhlas dalam melakukan sesuatu, suatu saat nanti kita akan mendapatkan apa yang tidak bisa dibeli dengan uang.
Pernah ketika itu aku dimintai tolong oleh sebuah grup band beraliran japanese rock untuk mengisi track drum di lagu mereka. Pada saat aku kali pertama bertemu dengan mereka, aku sempat terkejut ketika mengetahui bahwa mereka sama sekali belum pernah punya pengalaman di dunia rekaman, mereka benar-benar mulai dari nol bahkan ada yang baru belajar bermain musik. Pada pertemuan itu juga, mereka memintaku untuk membimbing mereka dan membantu aransemen. Awalnya cukup sulit karena musik mereka belum menyatu tapi aku berusaha untuk menikmati itu semua dan membantu mereka semampuku sampai lagu selesai dimixing. Aku salut dengan mereka. Dalam waktu 1 bulan sejak aku pertama bertemu mereka, mereka telah berhasil menyelesaikan lagu pertama mereka meskipun kami hanya hanya berlatih 3 kali. Mereka memiliki keinginan untuk terus maju dan hal itu terbukti dari hasil rekaman mereka. Mereka yang sebelumnya tidak bisa apa-apa mampu menghasilkan lagu dengan lirik Jepang yang berirama rancak dan ceria. Setelah proses mixing usai, aku melihat keceriaan mereka setelah mereka melalui proses rekaman pertama mereka, aku merasa senang, bahagia, dan bangga dengan mereka. Bagiku, jika aku bisa membuat orang di sekitarku bahagia, aku pun turut bahagia dan kebahagiaan itu tidak bisa kubeli dengan uang. Yang tidak kusangka adalah ternyata keikhlasanku membantu mereka berbuah manis karena sejak peristiwa itu, grup bandku Indrakila memiliki seorang backing vocal yang selalu siap membantu kami rekaman.
Kekuatan
Cerita tersebut di atas adalah suatu kemudahan yang aku dapatkan karena ikhlas membantu mereka. Aku tidak pernah menyangka bahwa keikhlasan itu berbuah manis di masa depan. Aku juga tidak pernah menyangka bahwa aku punya banyak teman di sekitarku. Mereka menyapa dan memanggil namaku ketika mereka melihatku, dan berhubung aku pelupa, aku sering lupa ini namanya siapa ya? Hohoho. Aku bahagia ketika aku menyadari bahwa aku punya banyak teman di sekitarku yang perhatian padaku. Mungkin itu adalah kekuatan yang kuperoleh karena ikhlas dalam membantu orang lain. Kekuatan untuk menjadi bahagia, kekuatan itulah yang akan kita dapatkan jika kita ikhlas.
Bagi kebanyakan orang, berbuat ikhlas tidak lah semudah membalik telapak tangan. Hal itu bisa saja terjadi karena ada perasaan menggampangkan atau pun merasa itu gampang. Ketika aku makan di sebuah warung bakmi, aku menemukan ada banyak kalimat bijak yang ditulis dalam bahasa jawa di balik daftar menunya. Kalimat-kalimat tersebut sengaja dituliskan oleh pemilik warung di setiap daftar menu. Ketika kubaca dan kuresapi setiap kalimat yang ada, kalimat-kalimat tersebut ditujukan kepada kita untuk mengajak dan mengingatkan kita. Mengajak dan mengingatkan dalam hal apa? Salah satu kalimat tersebut berbunyi: Ojo nggampangke utawa rumangsa gampang amarga kuwi asline ora angel (jangan menggampangkan atau merasa gampang karena sebenarnya itu tidak sulit). Kalimat itu mengingatkan kita untuk tidak menggampangkan dalam segala hal, termasuk untuk belajar menjadi ikhlas karena jika bersikap acuh tak acuh dan menggampangkan diri kita untuk berbuat ikhlas, itu bisa menjadi bumerang dengan kita. Coba lah untuk introspeksi, jika kita pernah merasa menggampangkan dalam menolong seseorang, apa yang kita alami setelah itu?
Semua kekuatan itu berasal dari dalam diri kita. Aku yakin, jika kita ikhlas dalam melakukan segala hal, kita pasti memiliki kekuatan untuk menjadikan hidup kita jadi lebih bermakna. Kita tidak akan pernah tahu kapan kebahagiaan ataupun kemudahan itu datang ke kita, jadi menabunglah dari sekarang .


Tidak ada komentar:
Posting Komentar